Teknikpengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah : 1. Observasi,yaitu metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara pengamatan langsung pada objek penelitian, makadariitu kami mengunjungi tempat pembuatan nya untuk mengamati langsung bagaimana kondisi sebenarnya daerah yang identik dengan gunungan limbah kayu. 2.
2Cara merekatkan kain dengan sulaman aplikasi Pertama, lapisi kain bergambar yang akan direkatkan dengan viselin sesuai denga pola gambar yang akan dibuat. Tempelkan gambar pada kain yang akan digunakan untuk menghias kemudian panaskan setrika agar gambar melekat dengan kuat.
cara memperbaiki charger laptop asus tidak mengisi. teknik yang digunakan dengan cara memberikan lem pada bagian yang akan disambungkan atau dikombinasikan yaitu.. a. merekat b. konstruksi c. sambung d. potong e. menyulam
Jika selama ini kita mengenal super glue atau lem super, paling-paling hanya bisa merekatkan kayu atau plastik. Dilansir dari The Telegraph , baru-baru ini ilmuwan dari universitas ternama dunia Harvard University, berhasil mengembangkan lem super yang mampu merekatkan kembali organ tubuh manusia! Inovasi ini sebenarnya berangkat dari pemikiran yang cukup sederhana. Jika biasanya lem baru bisa merekat dalam kondisi permukaan yang benar-benar kering, tim peneliti ini berupaya membuat lem yang dapat lengket dalam keadaan ini nantinya diharapkan dapat diaplikasikan ke tubuh manusia yang penuh cairan seperti keringat, darah, atau cairan kelenjar lain. Ini adalah terobosan penting dalam dunia medis. Metode menutup luka selama ini baru terbatas pada jahitan atau alat seperti staples, yang masih memakan waktu. Nah dengan lem super kuat ini, waktu itu bisa dipotong secara signifikan lagi sehingga lebih banyak nyawa dapat diselamatkan. Wah hebat banget ya! Biar lebih paham, yuk kupas tuntas bareng Hipwee News & Feature berikut!Perekat atau lem super-strong ini nggak cuma bisa merekatkan benda, tubuh manusia juga bisa. Hebat kan?Lem ini benar-benar bisa merekatkan benda meski dalam keadaan basah. Seperti tubuh kita yang ketika luka terus mengeluarkan darah. Dengan lem ini luka di tubuh bahkan bisa direkatkan kembali. Jika selama ini kita pikir mengelem tubuh akan merusak jaringan pada tubuh, berbeda dengan lem ini yang tidak akan meracuni tubuh. Ini merupakan kemajuan besar di bidang medis. Bayangkan jika kita menggunakan lem ini untuk menutup luka pada tubuh kita maka akan mengurangi risiko kematian akibat diuji coba ke jantung babi dan tikus hidup, hasilnya pun sangat efektif menambal luka. Coba deh tonton tayangan berikut biar kamu paham metode perekatannyaTeknologi lem super kuat ini diuji coba ke jantung babi betina yang bocor. Kemudian lem ini ditarik hingga ribuan kali dan hasilnya lem tetap merekat kuat dan menutup lubang di jantung. Selain itu, peneliti juga menguji cobakan pada kulit babi, tulang rawan, arteri, jaringan hati, dan jantung. Jantung yang menggembung karena air atau udara dan berlumuran darah pun dapat merekat kembali berkat lem pada komponen babi, lem ini juga pernah diuji coba pada tikus hidup. Caranya yaitu dengan melakukan simulasi darurat dan menyobek jaringan hati si tikus. Setelah diaplikasikan lem super kuat ini, selama dua minggu pun tikus tidak mengalami pendarahan tambahan dan tidak berefek peneliti terinspirasi dari lendir siput untuk menciptakan lem super kuat iniArion Subfuscus merupakan spesies siput yang menginspirasi peneliti menemukan lem ini. Lendir yang dikeluarkan oleh siput kuning ini, bisa lengket dan menempel bahkan pada permukaan yang basah sekalipun. Dari sinilah peneliti mencoba menggali karakteristik lendir siput arion subfuscus dan mencoba membuat tiruannya dengan memanfaatkan metode rekat yang cross link membuat lem ini mampu merekat dengan sangat kuat dan memiliki karakteristik lentur seperti karet. Sehingga ketika ditarik maka lem akan elastis namun tetap merekat dan akan kembali pada bentuk awalnya. Cross link ini adalah gabungan dua ikatan. Yaitu ikatan kovalen yang menahan molekul bersamaan sekaligus berbagi elektron. Kemudian ikatan ion yang membuat molekul menyalurkan elektron ke molekul lain. Sehingga teknologi ini bisa dibilang bukanlah lem ini memang sangat luar biasa dan bisa sangat membantu dalam bidang medis. Namun untuk mengaplikasikannya untuk pengobatan luka pada manusia saat ini lem super kuat masih mengalami tahap penelitian lebih lanjut agar benar-benar bisa aman untuk manusia. Kita tunggu saja guys, semoga ke depannya penyembuhan luka dan pendarahan bisa ditangani lebih cepat dan tepat. Tim Dalam Artikel Ini
Lem adalah bahan perekat yang pastinya dibutuhkan. Untuk memilih lem pun harus disesuaikan dengan bahan yang akan dilem. Sebab, beda bahan yang direkatkan maka beda pula perekat yang dibutuhkan. Untuk bahan kayu, kamu butuh lem khusus kayu. Ini karena lem kayu memiliki formula yang bisa merekatkan kayu dengan kuat dan erat sehingga bisa tahan lama digunakan. Intip rekomendasi lem kayu dari kami, ya! Daftar isi Lem Kayu Penting Dimiliki di Rumah untuk Aneka Kebutuhan Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Lem Kayu Ini Dia Deretan Lem Kayu Terbaik untuk Kamu Gunakan Baca juga Cari Lem Kayu yang Bagus? Berikut 30 Rekomendasi Lem Kayu dari Ahlinya 2023 Jangan Salah Pilih Lem, Inilah 9 Rekomendasi Lem Kayu Termurah untuk Furnitur Berkualitas 2023 Butuh Perekat untuk Benda-benda Berbahan Logam? Kamu Bisa Gunakan 30 Rekomendasi Lem Besi Ini, ya! Butuh Membuat Kerajinan Tangan dari Bahan Plastik? Rekatkan Saja dengan 10 Rekomendasi Lem Plastik Ini 2023 Mencari Lem Murah yang Bisa Merekatkan Semua Benda? Berikut 9 Rekomendasinya dari BP-Guide Lem Kayu Penting Dimiliki di Rumah untuk Aneka Kebutuhan Di rumah kita, pasti ada saja benda yang butuh direkatkan memakai lem kayu, entah itu meja, talenan, perabot, pajangan, kerajinan tangan, dan lain sebagainya. Lem kayu adalah lem yang bisa merekatkan aneka bahan kayu. Awalnya, lem kayu terbuat dari bahan alami. Selanjutnya, teknologi membuat lem makin variatif. Ada banyak lem kayu yang menghadirkan fitur-fitur menarik sehingga bersifat serbaguna alias bisa digunakan untuk merekatkan banyak benda. Kita tak pernah tahu kapan kita akan membutuhkan lem kayu. Kendati demikian, tak ada salahnya jika kita membeli lem kayu untuk berjaga-jaga suatu kali kita membutuhkannya. Hal yang Harus Diperhatikan Saat Memilih Lem Kayu Pilih dari Jenisnya Ketika hendak memilih lem kayu, kamu harus kenali dulu aneka jenisnya. Lem kayu memiliki banyak jenis dan setiap jenisnya memiliki kelebihan tersendiri. Kamu wajib tahu bedanya agar tidak keliru saat memilih lem kayu. Pertama ada lem kayu jenis PVA alias polyvinyl acetate. Lem yang satu ini paling umum ditemukan dan paling banyak digunakan. Kita biasa menyebutnya sebagai lem putih atau lem kuning. Ada banyak merek lem jenis PVA di pasaran dan harganya juga terjangkau. Kekurangan jenis lem ini adalah cepat kering sehingga kita sulit menghilangkan sisa-sisa di pinggiran benda yang direkatkan. Karena itu, sebaiknya kamu seka lem yang di luar area perekatan sebelum mengering agar tidak menyisakan noda. Lalu, ada jenis lem polyurethane yang banyak digunakan untuk indoor maupun outdoor. Lem yang satu ini tahan air. Hasilnya cepat kering dan cepat mengeras. Daya rekatnya kuat dan pastinya rekatannya sempurna. Kekurangannya, kamu harus hati-hati mengaplikasikannya agar tidak keluar jalur yang direkatkan. Ini karena sisa lem akan meninggalkan noda. Lem selanjutnya yang bisa digunakan untuk merekatkan kayu adalah lem epoxy. Lem jenis yang satu ini tahan air. Lemnya memiliki dua komponen yakni resin dan pengeras. Campur dulu kedua komponen sebelum mulai merekatkan. Jika sudah tercampur maka lem siap digunakan. Lem ini bisa bertahan pada temperatur yang tinggi. Ini membuatnya tak hanya cocok untuk media kayu melainkan juga cocok untuk besi, keramik, dan lainnya. Lem cyanoacrylate glue adalah jenis lem kayu selanjutnya. Lem ini lebih cepat mengeras dan bisa digunakan untuk merekatkan sementara. Kalau ingin melepas rekatan lem, kamu cukup memakai palu atau alat lainnya untuk memecah lemnya. Terakhir, ada jenis lem hide glue. Jenis lem yang satu ini berbahan organik yakni dari kulit hewan. Lem ada yang cair dan ada yang padat. Untuk digunakan, maka lem harus dipanaskan dulu. Pemakaiannya sama dengan lem PVA besanya, sisa lem di luar rekatan bisa dibersihkan dengan mudah. Cek Daya Rekat dan Kecepatan Pengeringan Hal lain yang perlu diperhatikan sebelum kamu memilih lem kayu adalah mengecek daya rekatnya. Kamu tentu tidak ingin sudah susah payah merekatkan dan ternyata lemnya kurang kuat. Pekerjaan kamu jadi sia-sia. Kamu bisa membaca banyak referensi atau membaca review pengguna merek lem yang akan kamu beli. Dengan begini, kamu tahu seberapa kuat daya rekat lem dan kualitasnya. Kecepatan pengeringan lem juga wajib jadi pertimbangan saat memilih lem. Lem yang keringnya lama baisanya lebih kuat. Ini karena bahan lem bisa meresap secara kuat ke dalam pori-pori kayu. Namun, biasanya lem yang merekat kuat, untuk memakaiya perlu diencerkan terlebih dulu dengan air. Pilih Jenis Kemasan dan Ukurannya Lem kayu hadir dalam berbagai jenis kemasan dan ukuran. Ada yang dikemas dalam ukuran sangat kecil, baik dalam bentuk tube atau kaleng kecil. Lalu ada juga yang dikemas dalam bentuk kaleng besar. Sesuaikan saja dengan kebutuhan kamu akan lem tersebut. Pastikan tidak membeli lem terlalu banyak jika kamu hanya memakainya sesekali saja. Lem kayu bisa saja mengering bila disimpan terlalu lama. Tentu sayang jika kamu menyisakannya terlalu banyak lem hingga kering karena tak terpakai. Ini Dia Deretan Lem Kayu Terbaik untuk Kamu Gunakan Lem Kayu Rajawali Lem Kayu Rajawali merupakan lem kayu paling populer dan banyak digunakan masyarakat. Lem ini digunakan oleh mereka yang sudah profesional maupun mereka yang masih amatir. Kebanyakan, lem Rajawali dipakai untuk merekatkan furnitur. Lem ini juga bisa merekatkan kayu, multipleks, dan aneka interior ruangan. Waktu pengeringannya butuh waktu, namun daya rekatnya cukup kuat dan tidak mengecewakan. Untuk memakainya, cukup langsung oles pada permukaan yang hendak direkatkan. Ingat untuk memakai sarung tangan dan alat untuk mengaplikasikan lemnya. Lem Uhu All Purpose Adhesive Lem Uhu All Purpose Adhesive adalah lem cair yang mudah diaplikasikan. Lem yang satu ini hadir dalam berbagai ukuran di pasaran. Ada ukuran 7 ml, 20 ml, 35 ml, 60 ml, dan 125 ml yang tersedia. Produk ini bisa digunakan untuk merekatkan kayu, kulit, keramik, dan lainnya. Kamu bisa memakainya dalam keseharian. Lem UHU adalah lem yang antikering dengan kualitas bagus. Lemnya bisa merekatkan dengan kuat. Warna lemnya sebening kristal, sehingga jika kering tak akan meninggalkan noda pada permukaan benda. Pastikan kamu merekatkan barang dalam keadaan kering. Sebab, jika barangnya basah maka akan sulit menempel lemnya. Jika ada residu segera bersihkan sebelum mengering. Namun, jika terlanjur kering, kamu bisa pakai aseton untuk menghilangkan nodanya. Alteco Super Glue 110 Alteco Super Glue 110 adalah lem dengan ukuran mini yang banyak diandalkan. Lem ini cocok untuk merekatkan kerajinan bahan kayu. Bisa juga jika kamu pakai untuk merekatkan logam seperti aluminium, tembaga, keramik, dan lainnya. Lemnya cair sehingga mudah diaplikasikan. Produk ini mudah kering sehingga kamu harus cepat saat merekatkan bendanya sebelum terlanjut kering. Waspadalah saat merekatkan benda. Ini karena kamu pasti tak mau lemnya mengenai jari atau bagian lain. Jika lem sudah merekat pada jari dan lainnya maka akan susah untuk dihilangkan. Ukuran lem ini adalah 3 gram. Lem Epoxy Avian Lem Epoxy Avian merupakan lem lain yang bisa kamu gunakan untuk berbagai keperluan. Lem terdiri dari dua komponen yang harus disatukan sebelum digunakan. Lem ini hadir dengan formulasi khusus yakni tanpa thinner. Ini membuat lemnya tidak meninggalkan bau yang menyengat dan mengganggu pernapasan. Lem Avian ini bisa dipakai untuk merekatkan papan kayu pada kapal kayu, menyambung kerajinan tangan kayu, serta merekatkan kaca, logam, plastik, dan lainnya. Avian sudah lama dikenal kualitasnya, jadi kamu tidak perlu meragukan lem kayu yang satu ini. Kamu bisa aplikasikan lem dengan merata ke dua permukaan yang diinginkan. Tunggu sebentar lalu tempel satu sama lain dan biarkan hingga merekat kuat. LEM PVAC PUTIH RAJAWALI 350 GRAM LEM PVAC PUTIH RAJAWALI 350 GRAM menjadi lem yang pas untuk merekatkan kayu, tekstur tembok, koral, dan lain sebagainya. Lem yang satu ini bisa merekat kuat. Untuk mengaplikasikannya cukup oles lem tipis dan merata pada suatu permukaan benda yang akan direkatkan. Lalu tempel kedua benda yang akan direkatkan dan tunggu sampai kering. Lem yang satu ini bisa juga diencerkan dengan air 5-10 %. Dengan diencerkan dahulu, proses pengeringan sedikit lama namun hasilnya akan sangat kuat. Crona Lem Kayu 234 Crona Lem Kayu 234 juga bisa kamu gunakan untuk aneka jenis kayu. Gunakan juga lem yang satu ini untuk merekatkan keramik, kertas, multipleks, dan lain sebagainya. Lem ini cepat kering dan daya rekatnya sangat kuat. Produk sangat unggul karena tahan panas. Untuk mengaplikasikan, kamu bisa siapkan dua bahan yang akan direkatkan. Pastikan permukaan bahan sudah sama-sama kering dan rata. Pastikan tidak ada celah yang melebihi 0,5 mm agar perekatan bisa sempurna. Oleskan lem ke satu permukaan hingga merata. Selanjutnya tekan dengan permukaan lain yang akan direkatkan. Tekan dengan kuat sampai sisa lem meleleh keluar dari sambungan. Bersihkan lelehan lem di sekitarnya agar tidak membeku dan meninggalkan noda. Lem ini cocok untuk para pengrajin kayu. Formulanya cocok untuk finger jointing, laminating, dan assembling. Produk ini waktu keringnya adalah 1,5 jam. Ada ukuran 250 g, 600 g, 4 kg, 10 kg, 20 kg, dan 40 kg yang bisa dipilih. Lem Kayu Crossbond X4 Lem Kayu Crossbond X4 terbuat dari bahan dasar polyvinyl acetate. Berkat bahan dasar tersebut, lemnya bisa merekat kuat dalam waktu singkat. Daya tahan rekatannya sangat tahan lama. Kamu bisa mengaplikasikannya tidak hanya pada kayu namun juga pada bambu hingga rotan. Lem ini dimodifikasi dengan bahan inner cross linker. Ini membuatnya hemat dan praktis untuk berbagai keperluan. Mulai dari mengelem kertas, tripleks, dan lainnya. Produk ini tidak beracun dan ramah lingkungan. Lemnya cepat kering yakni bisa kering dalam waktu 60 menit saja. Lem ini tahan air dan juga tidak larut. Aica Aibon Lem Aica Aibon Lem adalah perekat serbaguna yang bisa kamu miliki di rumah. Tak hanya merekatkan kayu namun juga bisa merekatkan logam, plywood, beton, karpet, dan lain sebagainya. Produk ini tersedia dalam kemasan 70 gram. Lemnya mudah diaplikasikan dan juga mudah disimpan. Daya rekatnya kuat dan cepat keringnya. Lem Presto WRG 600 Lem Presto WRG 600 jelas bisa jadi pilihan yang tepat. Lem yang satu ini hadir dengan formula khusus yang membuatnya mampu merekatkan bahan yang terbuat dari kayu. Ikatan antar molekulnya lebih kuat, sehingga lem juga tahan air. Lem putih ini bisa merekatkan dengan cepat tanpa ribet. Produk ini bisa digunakan untuk penyambungan, penebalan, hingga perakitan. Cukup 5 sampai 10 menit maka lem segera kering dan merekat kuat. FOX Lem Putih PVAc FOX Lem Putih PVA adalah rekomendasi terakhir kami. Lem putih ini tergolong ringan sehingga banyak digunakan dalam kebutuhan sehari-hari untuk merekatkan pajangan, kerajinan tangan, furnitur yang pecah, dan lain sebagainya. Ada banyak ukuran dan kemasan yang tersedia sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Lem ini mudah digunakan dan aman. Kamu cukup aplikasikan langsung pada media kayu tanpa tambahan lainnya. Kamu bisa memakainya untuk kayu, rotan, kertas, dan media lainnya. Produk tersedia dalam ukuran 150 g, 350 g, 400 g, 500 g, 600 g, 800g, hingga 1 kg.
Dalam kehidupan sehari-hari, kita banyak sekali menggunakan lem untuk melakukan aktivitas dan pekerjaan kita. Walaupun, tak jarang tanpa lem pun, satu benda dapat menempel dan merekat pada benda lainnya dengan sendirinya. Seperti saos kecap yang tidak sengaja mengotori baju kita saat makan bakso, atau selai yang sengaja kita tempelkan’ pada roti sebelum dimakan. Sebenarnya, hal-hal ini sudah lumrah dan sejak dahulu pun, orang di zaman batu sudah mulai menempelkan benda dengan lem untuk barang-barang keseharian mereka. Contohnya bahan yang digunakan untuk membuat aspal di zaman sekarang dulunya digunakan oleh manusia gua untuk menempelkan mata kapak di ujung tombak kayu mereka. Lalu sejak itu, manusia telah banyak membuat berbagai jenis lem diolah dari bahan-bahan seperti gula, tumbuhan dan bahkan bagian-bagian binatang . [1]Di zaman modern seperti sekarang ini, perekat alami masih banyak digunakan. Tetapi sebagian besar dari kita pasti sudah biasa memakai lem buatan. Lem yang cukup sering ditemui biasanya terbuat dari polyvinil asetat PVA, fenol formaldehid, etilen vinil asestat EVA, atau sianoakrilat super lem. [1]Jadi kenapa sih lem bisa menempelkan? Kenapa ada zat-zat sehari-hari yang bisa dijadikan perekat? Salah satu jawabannya adalah “gaya ”.Sebagai contoh, kita sebagai manusia yang hidup di permukaan bumi dapat terus berpijak di tanah meskipun bumi berputar dan tidak ada perekat yang merekatkan kaki kita dengan tanah. Yang membuat kita menempel justru adalah gaya gravitasi yang cukup membuat kita tidak melayang di udara. Tetapi gaya gravitasi tidak cukup kuat untuk menahan kita ketika berjalan atau melompat. Jadi kita sebenarnya tidak selalu membutuhkan lem untuk merekatkan benda ke benda kuat lainnya seperti air hujan yang menempel di jendela, gravitasi akan terus menarik air ke bagian bawah jendela, tetapi ada gaya lain yang melawannya. Pertama, molekul air berusaha bergabung molekul airnya dan secara alami mereka berkumpul menjadi butiran air yang lebih besar, nah gaya yang menyebabkan ini dapat disebut sebagai gaya kohesi . Lalu selain itu ada gaya adhesi yang membuat air menempel di kaca dengan sendirinya. Jika diperhatikan pada fenomena ini, gaya kohesi lebih besar daripada gaya adhesi sehingga air lebih cenderung membentuk butiran air lebih besar. Jika gaya adhesi lebih besar, air akan rata di kaca seperti minyak di permukaan air. [2]Lalu Bagaimana Lem Bekerja?Gaya kohesi dan adhesi juga mempengaruhi cara lem bekerja. Contohnya ketika kita mencoba merekatkan benda A dan B dengan lem C. Gaya yang bekerja ada 3, yaitu gaya adhesi A ke C, gaya adhesi B ke C, dan gaya kohesi C untuk terus merekat. Seiring waktu , gaya kohesi lem akan hilang dan hal itu yang sering menyebabkan lem tidak menempel setiap benda mempunyai gaya kohesi berbeda tergantung dengan jenis atom atau molekul benda itu dibuat. Seperti air, molekul air akan saling merekat karena bentuk molekulnya tidak simetris sehingga ketika bertemu dengan molekul lain, kedua molekul air akan merekat. Tetapi gaya kohesi air ini cukup lemah dan mudah dipisah. Lain halnya dengan benda padat seperti besi dimana atom-atom merekat satu sama lain dalam bentuk struktur kristal yang sulit untuk dipisahkan karena gaya kohesinya yang kuat. Meskipun gaya kohesi air dan besi lemah dan kuat, keduanya tidak dapat merekatkan sesuatu benda karena kedua benda ini tidak mempunyai sama sekali gaya adhesi. [1,2]Lalu Apa Itu Gaya Adhesi?Sebenarnya gaya adhesi ini merupakan hasil dari beberapa faktor yang menyebabkan suatu benda menempel dengan benda beberapa teori yang dapat menjelaskan mengapa benda dapat menempel dengan benda pertama adalah adsorpsi dimana perekatan terjadi dalam permukaan yang disebabkan oleh gaya atraksi kecil antara lem dan benda lain. Ketika lem digunakan pada satu permukaan, maka permukaan itu akan basah sehingga banyak gaya elektrostatis muncul pada molekul lem dan molekul di permukaan itu. Yang menentukan kuatnya perekat ini adalah jumlah molekul pada lem yang tersebar tipis pada permukaan benda yang akan yang kedua adalah gaya kemisorpsi, dimana ikatan kimia membuat dua benda merekat. Ada tipe perekat yang membuat ikatan kimia dengan benda lain. Misalnya, ada perekat khusus untuk plastik dimana lem dan plastik tersebut bergabung dan bereaksi membentuk senyawa kimia lain yang mengeratkan hal yang dapat menyebabkan suatu perekat dapat menempel adalah difusi dan perekatan secara mekanikal. Contoh peristiwa difusi pada lem adalah ketika molekul tersebut berada di antara kedua permukaan dan terikat dengan sendirinya dengan molekul pada permukaan benda lain. Mirip dengan difusi ,contoh perekatan mekanikal terjadi dimana lem mengisi ruang kosong atau lubang dalam benda lain sehingga membuat ikatan yang kuat. [1,2]Referensi Pizzi, A., & Mittal, K. L. 2017. Handbook of adhesive technology. CRC press. Ebnesajjad, S., & Landrock, A. H. 2014. Adhesives technology handbook. William Andrew.
teknik merekat dengan lem biasa diaplikasikan dalam bentuk