PermendikbudNomor 3 Tahun 2020, tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi pasal 18. (IPTEKS) dalam dunia industri dan masyarakat, di awal 2020 sudah dimulai kebijakan baru yaitu program “Merdeka Belajar - Kampus Merdeka (MBKM)”. Tanya Jawab (FAQ) Kontak.
Diposkanpada April 13, 2022 oleh kurka. Modul Ajar Kurikulum Merdeka merupakan perangkat penting untuk kesuksesan implementasi pembelajaran paradigma baru. Sebelumnya, sekolah/madrasah harus menyusun kurikulum operasional satuan pendidikan. Berdasarkan KOS tersebut, Satuan pendidikan menyusun Tujuan pembelajaran dan Alur
KurikulumMerdeka merupakan kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi.. Dalam proses pembelajaran guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan
RINGTIMESBALI – Berikut ini adalah pembahasan PKN kelas 10 halaman 50 Kurikulum Merdeka Aktivitas Belajar 3 Unit 4 Proyek Gotong Royong Kewarganegaraan. Halo adik-adik, artikel kali ini akan memaparkan pembahasan soal PKN untuk kelas 10 SMA MA SMK pada halaman 50.. Diharapkan pembahasan ini dapat memudahkan adik-adik kelas 10 dalam
Sebelummembahas lebih jauh tentang Implementasi Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka di Unisbank Semarang, ada baiknya kita flashback tentang apa itu kampus merdeka, mengutip dari Kampus Merdeka merupakan bagian dari kebijakan Merdeka Belajar oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
cara memperbaiki charger laptop asus tidak mengisi. Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Ristet dan Teknologi Nadiem Makarim meluncurkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum Merdeka ini merupakan pengganti nama dari Kurikulum Prototipe. Kurikulum Merdeka ini sudah diuji coba di sekolah penggerak. Selain itu, kurikulum ini juga diluncurkan di sekolah lain. Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Projek untuk menguatkan pencapaian profil pelajar Pancasila dikembangkan berdasarkan tema tertentu yang ditetapkan oleh pemerintah. Projek tersebut tidak diarahkan untuk mencapai target capaian pembelajaran tertentu, sehingga tidak terikat pada konten mata pelajaran. Berikut ini beberapa pertanyaan yang sering muncul mengenai Kurikulum MerdekaSemoga bermanfaat! *
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Kampus Merdeka yang resmi baru saja diluncurkan pada Selasa 9/2/2021 yaitu Kampus Mengajar 2021 dibuat agar para mahasiswa dapat magang mengajar di pembukaan tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Nadiem Makarim mengatakan supaya mahasiswa bisa mengajar adik-adik Sekolah Dasar SD selama 12 minggu di daerah 3T tertinggal, terdepan, terluar.Apalagi selama pandemi covid-19 ini banyak sekali pelajar yang terdampak dan orangtua yang mengawasi pembelajaran jarak jauh kesulitan. Oleh karena itu, harapannya bagi mahasiswa dalam program Kampus Merdeka ini bisa lebih mengasah kepemimpinan dan kematangan sosial. Akan tetapi masih ada yang masalah yang dihadapi, seperti 'employee mindset' dikalangan banyak mahasiwa selama 5 konten terpopuler dan menarik tentang dunia pendidikan di Indonesia pada rubrik Edukasi1. Mampukah Kampus Merdeka Melawan "Employee Mindset" di Kalangan Mahasiswa?Kompasianer Yupiter Gulo melihat, dengan beban belajar yang memuat hingga 147 SKS bagi strata-1 dengan durasi paling cepat 4 tahun, program Merdeka Belajar itu tidaklah ada masalah yang sesungguhnya tampak employee mindset di kalangan mahasiswa. "Menargetkan agar mahasiswa setelah lulus tidak lagi sibuk mencari pekerjaan, tetapi sibuk menciptakan peluang kerja. Bukan sibuk mencari gaji bulanan tetapi concern memberikan gaji kepada karyawan," tulis Kompasianer Yupiter bagaimana agar ini bisa berjalan beriringan? Baca selengkapnya2. Seberapa Kusamkah Wajah Kampus Kita?Kompasianer Erkata Yandri menuliskan pertanyaan menarik terkait jurnal mengapa masalah publikasi di Indonesia selalu menarik untuk dipertanyakan? Mengapa ada sebutan jurnal abal-abal? 1 2 3 Lihat Pendidikan Selengkapnya
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Kemendikbud Ristek meluncurkan Kurikulum Merdeka. Kurikulum yang sebelumnya bernama Kurikulum Prototipe ini menjadi salah satu kurikulum yang bisa diterapkan sekolah-sekolah di Indonesia dan ditujukan untuk memulihkan pembelajaran pasca pandemi Covid-19. Kurikulum merdeka diterapkan mulai dari TK-B, SD & SDLB kelas I dan IV, SMP & SMPLB kelas VII, SMA & SMALB dan SMK kelas X. Selanjutnya, Kurikulum Merdeka ini diharapkan bisa mulai digunakan mulai tahun ajaran 2022/2023 di jenjang TK, SD, SMP, hingga SMA. Lalu, sebenarnya apa itu kurikulum merdeka? Dikutip dari laman situs terdapat 4 pertanyaan dan jawaban yang setidaknya bisa mewakili penjelasan tentang segala hal mengenai Kurikulum Merdeka. Apa itu Kurikulum Merdeka? Kurikulum Merdeka adalah kurikulum dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Dalam kurikulum ini nantinya guru memiliki keleluasaan untuk memilih berbagai perangkat ajar sehingga pembelajaran dapat disesuaikan dengan kebutuhan belajar dan minat peserta didik. Mengapa Kurikulum Merdeka diperlukan? Banyak studi, baik nasional maupun internasional, menunjukkan bahwa Indonesia telah mengalami krisis pembelajaran learning crisis yang cukup lama. Studi-studi tersebut menunjukkan, banyak dari anak-anak Indonesia yang tidak mampu memahami bacaan sederhana atau menerapkan konsep matematika dasar. Dari temuan itu juga diperlihatkan kesenjangan pendidikan yang curam di antarwilayah dan kelompok sosial di Indonesia. Keadaan ini kemudian semakin parah akibat merebaknya pandemi Covid-19. Untuk mengatasi krisis dan berbagai tantangan tersebut, maka diperlukan perubahan yang sistemik, salah satunya melalui kurikulum. Untuk itulah Kemendikbud Ristek mengembangkan Kurikulum Merdeka sebagai bagian penting dalam upaya memulihkan pembelajaran dari krisis yang sudah lama kita alami. Mengapa Kurikulum Merdeka dijadikan opsi? Mengapa tidak langsung ditetapkan untuk semua sekolah Kemendikbud Ristek menegaskan bahwa sekolah memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mengembangkan kurikulum yang sesuai kebutuhan dan konteks masing-masing sekolah. Ditambah dengan kebijakan opsi kurikulum ini, proses perubahan kurikulum nasional harapannya dapat terjadi secara lancar dan bertahap. Pemerintah mengemban tugas untuk menyusun kerangka kurikulum. Sedangkan, bagaimana kurikulum tersebut diterapkan merupakan tugas sekolah dan otonomi bagi guru. Oleh karena itu, Kemendikbud Ristek memberikan opsi kurikulum sebagai salah satu upaya manajemen perubahan. Perubahan kurikulum secara nasional baru akan terjadi pada 2024. Ketika itu, Kurikulum Merdeka sudah melalui perbaikan selama 3 tahun di berbagai sekolah/madrasah dan daerah. Pada tahun 2024 akan ada cukup banyak sekolah/madrasah di tiap daerah yang sudah mempelajari Kurikulum Merdeka dan nantinya bisa menjadi mitra belajar bagi sekolah/madrasah lain. Apa kriteria sekolah yang boleh menerapkan Kurikulum Merdeka? Kriterianya adalah berminat menerapkan Kurikulum Merdeka untuk memperbaiki pembelajaran. Kepala sekolah/madrasah yang ingin menerapkan Kurikulum Merdeka akan diminta untuk mempelajari materi yang disiapkan oleh Kemendikbud Ristek tentang konsep Kurikulum Merdeka. Setelah mempelajari materi tersebut dan sekolah memutuskan untuk mencoba menerapkannya, maka sekolah akan diminta untuk mengisi formulir pendaftaran dan sebuah survei singkat. Itulah beberapa pertanyaan umum seputar kurikulum Merdeka yang diharapkan mampu mengatasi learning loss dan membuat pendidikan di Indonesia jadi lebih baik. Bagaimana dengan Anda? Apakah Anda tertarik untuk menerapkan kurikulum merdeka ini?
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Sebelum masuk mengenai merdeka belajar, kita harus mengetahui ap aitu belajar dan apa itu merdeka. Menurut KBBI belajar memiliki arti berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu, belajar merupakan suatu proses dalam merubah tingkah laku sebagai hasil dari pengalaman sendiri dan berbagai interaksi. Belajar bukan hanya membaca buku, namun belajar juga dapat dilakukan dengan pengalaman baru yang dialami. Sedangkan merdeka dalam konteks ini diartikan sebagai suatu kebebasan, kebebasan dalam belajar dan mengembangkan potensi yang sekitanya ada dalam diri seseorang. Potensi yang alami ada dalam diri setiap manusia, harus selalu di asah agar dapat ini ketika seorang telah memasuki dalam bangku kuliah maka, seorang akan diberikan materi sesuai jurusan yang ia ambil. Maka, mereka harus belajar sendiri untuk mengembangkan minatnya, memang dalam perkuliahan biasanya sudah menyediakan UKM Unit Kegiatan Mahasiswa. Namun, biasanya mereka tidak terlalu mendalam untuk mempelajari. Menurut saya Ketika kita hanya belajar materi yang sesuai dengan materi dirasa memnag kurang, maka hendaknya ada tambahan materi sesuai minat dan bakat dari seorang. Karena belajar sesuai minat biasanya akan cepat ditankap oleh otak, karena hati merasa senang dalam lalu apa itu merdeka belajar?. Menurut Nadiem Anwar Makarim selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, merdeka belajar adalah memeberi kebebasan dan otonomi kepada Lembaga Pendidikan, dan merdeka dari birokratisasi, dosen dibebaskan dari birokrasi yang berbelit serta mahasiswa diberikan kebebasan untuk memilih bidang yang mereka sukai. Dari definisi itu dapat diartikan bahwa seorang dapat belajar secara mendalam mengenai bidang yang mereka sukai, misal seorang mahasiswa keperawatan ternyata berbakat dan minat dalam bidang multimedia, maka ia dapat dibebaskan untuk dapat berkuliah sekitar 2 semester di Jurusan Multimedia di kampus lainya. Namun, perlu adanya peraturan tegas yang menyertai agar seorang dapat menjalankan dengan serius dan mendapatkan hasil yang maksimal. Tujuan dari medeka belajar ini adalah untuk meningkatkan soft skill maupun hard skill agar seorang lebih siap dan relevan dengan kebutuhan zaman serta mengembangkan potensi sesuai passion dan bakatnya. Dilihat dari tujuannya, memang program ini terasa efektif untuk dilakukan, saat ini. Apalagi saat ini dalam dunia pekerjaan kita bukan hanya bersaing dengan tenaga kerja local/Indonesia namun juga dengan tenaga kerja dari pembahasan saya tadi, merdeka belajar memang cocok dengan karakteristik masyarakat/pelajar/mahasiswa di Indonesia yang memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Namun perlu adanya tinjauan kembali untuk masalah teknis seperti bagaimana menggenai biaya dan apa saja yang perlu disiapkan baik kampus ataupun mahasiswa. Lihat Ruang Kelas Selengkapnya
- Penghapusan Ujian Nasional UN pada 2021 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Mendikbud Nadiem Makarim masih menyisakan banyak pertanyaan. Bagi yang belum paham, berikut rangkuman dari terkait UN dihapus dan diganti dengan kebijakan baru yakni "Merdeka Belajar".Pada acara Rapat Koordinasi Bersama Dinas Pendidikan Provinsi dan Kabupaten/Kota di Jakarta 11 Desember 2019, Nadiem menjelaskan ada empat program pembelajaran nasional. Empat program itu sebagai kebijakan pendidikan nasional "Merdeka Belajar". Apa itu program "Merdeka Belajar"? Inilah penjelasan Mendikbud Nadiem1. USBN diganti ujian asesmen Menurut Nadiem, situasi saat ini USBN membatasi penerapan dari semangat UU Sisdiknas yang memberikan keleluasaan bagi sekolah untuk menentukan kelulusan. Untuk arah kebijakan barunya, Tahun 2020 USBN akan diganti dengan ujian asesmen yang diselenggarakan hanya oleh sekolah. Nantinya, ujian dilakukan untuk menilai kompetensi siswa. Dimana ujian dalam bentuk tes tertulis dan atau bentuk penilaian lain yang lebih komprehensif. Seperti portofolio dan penugasan tugas kelompok, karya tulis dan sebagainya. Dengan begitu, guru dan sekolah lebih merdeka dalam menilai hasil belajar siswa. Bahkan diharapkan anggaran USBN dialihkan untuk mengembangkan kapasitas guru dan sekolah guna meningkatkan kualitas pembelajaran. 2. 2021 UN diganti Menteri Nadiem melihat situasi saat ini materi UN terlalu padat sehingga siswa dan guru cenderung menguji penguasaan konten, bukan kompetensi penalaran.
pertanyaan tentang merdeka belajar