Modetrunking tersebut didefinisikan untuk negosiasi antar port yang saling berhubungan dengan menggunakan Dynamic Trunking Protocol (DTP). Satu, beberapa, atau semua VLAN aktif dapat dilewati antar-switch dengan mengguunakan satu trunk link. Bridge juga dapat digunakan untuk menggabungkan dua buah media jaringan yang berbeda, seperti
Hubunganasimetris ialah hubungan antar variabel, dimana suatu variabel berpengaruh terhadap variabel lainnya, tapi sifatnya tidak timbal balik atau tidak saling dipertukarkan. Hubungan variabel yang asimetris bisa dibedakan menjadi enam bagian, yaitu: Hubungan antara stimulus dan respon. Hubungan antara disposisi dan respon.
Untukmenghubungkan dua buah HUB/Switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Beberapa switch dapat juga saling menghubungkan antar VLAN secara transparan dengan mengunakan protocol VLAN trunking. Pada diagram sederhana diatas ini, local area network di segmentasi menggunakan switch yang mendukung
IJoko Dewanto, MM) (Yan Martin) Pembimbing Materi Pembimbing Lapangan (Fransiskus Adikara,S.Kom.,M.Kom) Koordinator Kerja Praktek f KATA PENGANTAR Puji syukur kehadirat Allah SWT Yang Maha Mendengar lagi Maha Melihat dan atas segala limpahan rahmat, taufik, serta hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan laporan kerja praktek yang
LANadalah rancangan dasar jaringan komputer yang bisa diartikan berupa dua buah komputer atau lebih yang dihubungkan melalui perantara media kabel atau wireless sehingga dapat saling melakukan akses. Antar hub juga dapat saling berhubungan yaitu dengan menggunakan cara cross over cable, tetapi hub - hub saat ini sudah dapat meng - cross
cara memperbaiki charger laptop asus tidak mengisi. Masuk pada materi VLAN yang berikutnya yaitu inter-VLAN routing, seperti yang kita ketahui bahwa satu VLAN dengan VLAN lainnya berbeda segmen jaringan berbeda broadcast domain sehingga antar VLAN tidak dapat saling berhubungan, maka untuk menghubungkan antar VLAN yang berbeda kita memerlukan sebuah Router, konfigurasi router inilah yang disebut dengan Inter-VLAN kerja inter-VLAN RoutingAkan terdapat satu Router yang melakukan proses Routing antar VLAN, Router tersebut akan terhubung dengan salah satu Switch, biasanya interface fisik router yang digunakan hanya satu, kemudian dari satu interface fisik dapat dibuat banyak sub-interface sesuai jumlah VLAN yang ada pada sub-interface router akan terhubung dengan jaringa VLAN nya masing-masing, dan akan menjadi perantara jaringan VLAN tersebut untuk terhubung dengan jaringan VLAN konfigurasi inter-VLANSetelah saya bahas sedikit teori tentang inter-VLAN sekarang ada baiknya kita mengetahui bagaimana cara mempraktekannya langsung, berikut ini adalah urutan prosesnya Konfigurasi trunk pada interface switch yang terhubung dengan sub-interface router beserta VLAN sub-interface router IP Address pada sub-interface Inter-VLAN RoutingKita akan mencoba mempraktekan inter-vlan routing pada aplikasi simulator Cisco Packet Tracer, berikut ini adalah topologinya VLAN & Trunk SwitchPertama kita konfigurasi VLAN biasa pada port Switch SW1 yang terhubung dengan PC/Komputer, kemudian port switch yang mengarah ke Router kita konfigurasi dengan trunk port, agar port tersebut dapat dilewati vlan 10 dan vlan 20. Konfigurasi VLANSW1configvlan 10SW1config-vlanname kiriSW1config-vlanexitSW1configvlan 20SW1config-vlanname kananSW1config-vlanexitnetwork vlan 10SW1configint ra f0/1-2SW1config-if-rangesw mo accSW1config-if-rangesw acc vl 10SW1config-if-rangeexitnetwork vlan 20SW1configint ra f0/3-4SW1config-if-rangesw mo accSW1config-if-rangesw acc vl 20SW1config-if-rangeexitkonfigurasi trunkSW1configint g0/1 port sw mengarah ke routerSW1config-ifsw mo trSW1config-ifexitInter-VLAN RoutingKemudian konfigurasi inter-vlan dengan membuat subinterface pada port router yang mengarah ke switch g0/1, buat dua subinterface untuk masing masing network vlan 10 & 20.hidupkan inteface router yang mengarah ke switchR1configint g0/1R1config-ifno shR1config-ifexitbuat sub-inteface untuk vlan 10R1configint g0/ dot1q 10 menandakan sub-int ini pada vlan 10R1config-subifip add ip addressR1config-subifexitbuat sub-interface untuk vlan 20R1configint g0/ dot1q 20R1config-subifip add pastikan sub-interface tersebut berserta induknya dalam status UP sh ip int brInterface IP-Address OK? Method Status Protocol GigabitEthernet0/0 unassigned YES NVRAM administratively down down GigabitEthernet0/1 unassigned YES NVRAM up up GigabitEthernet0/ YES manual up up GigabitEthernet0/ YES manual up up Vlan1 unassigned YES NVRAM administratively down downIP Address PCUntuk testing konektifitas jaringan, kita perlu memberikan IP Address pada masing-masing PC secara manual. Berikut ini adalah table IP Address setiap PC1 PC2 PC3 PC4IP Address Mask melakukan testing, kita lakukan PING dari satu PC ke PC lain dalam satu VLAN yang sama dan yang berbeda pula.PING dari PC1Packet Tracer PC Command Line VLAN yang samaPinging with 32 bytes of dataReply from bytes=32 time=2ms TTL=128Reply from bytes=32 time=1ms TTL=128Ping statistics for Packets Sent = 2, Received = 2, Lost = 0 0% loss,Approximate round trip times in milli-seconds Minimum = 1ms, Maximum = 2ms, Average = 1msControl-C^CC\>ping VLAN yang berbedaPinging with 32 bytes of dataRequest timed out. Biasanya timeout sekaliReply from bytes=32 timeping with 32 bytes of dataReply from bytes=32 time=1ms TTL=127Reply from bytes=32 time<1ms TTL=127Ping statistics for Packets Sent = 2, Received = 2, Lost = 0 0% loss,Approximate round trip times in milli-seconds Minimum = 0ms, Maximum = 1ms, Average = 0msControl-C^CJika semuanya sudah reply tandanya koneksi antar VLAN sudah benar. Kita juga dapat mengecek table ARP pada Router R1sh arpProtocol Address Age min Hardware Addr Type InterfaceInternet 34 ARPA GigabitEthernet0/ 4 ARPA GigabitEthernet0/ 34 ARPA GigabitEthernet0/ itu saja yang dapat saya sampaikan pada posting kali ini.
Pengertian Switch layer 3 ini fungsinya hampir sama seperti Router , karena dia berjalan di Layer 3 OSI untuk menghubungkan vlan perlu adanya prangkat osi layer Switch layer 3 ini bisa di gunakan untuk menghubungan deda vlan Latar belakang karena untuk menghubungkan vlan perlu adanya prangkat osi layer Switch layer 3 ini saya coba gunakan untuk menghubungan deda vlan Tujuan Menghubungkan beda vlan dengan Switch layer 3 Alat dan bahan Aplikasi Cisco Packet Tracer Waktu pelaksanaan 10 menit Tahap pelaksanaan saya akan membuat vlan dana nama 100ADMIN & vlan 200USER Switchconfigvlan 100 Switchconfig-vlanname ADMIN Switchconfig-vlanexit Switchconfigvlan 200 Switchconfig-vlanname USER Switchconfig-vlanexit vlan mempercepat pengalokasian interface maka saya gunakan range Switchconfiginterface range fastEthernet 0/1-2 Switchconfig-if-rangeswitchport mode access Switchconfig-if-rangeswitchport access vlan 100 Switchconfig-if-rangeexit vlan mempercepat pengalokasian interface maka saya gunakan range Switchconfiginterface range fastEthernet 0/3-4 Switchconfig-if-rangeswitchport mode access Switchconfig-if-rangeswitchport access vlan 200 Switchconfig-if-rangeexit saya akan menambahkan ip address & netmask untuk interface vlan 100 Switchconfiginterface vlan 100 Switchconfig-ifip address Switchconfig-ifexit saya akan menambahkan ip address & netmask untuk interface vlan 200 Switchconfiginterface vlan 200 Switchconfig-ifip address Switchconfig-ifexit adalah perintah untuk menghubungkan 2 vlan tersebut Switchconfigip routing Switchconfigexit vlan tadi sudah hidup/up ip address dan gateway Kesimpulan Menghubungkan beda vlan dengan Switch layer 3 teryata Switch layer 3 ini berjalan sama dengan router Referensi
VLAN VIRTUAL LAN PENGERTIAN VLAN Virtual LAN atau disingkat VLAN merupakan sekelompok perangkat pada satu LAN atau lebih yang dikonfigurasikan menggunakan perangkat lunak pengelolaan sehingga dapat berkomunikasi seperti halnya bila perangkat tersebut terhubung ke jalur yang sama, padahal sebenarnya perangkat tersebut berada pada sejumlah segmen LAN yang berbeda. Vlan dibuat dengan menggunakan jaringan pihak ke tiga. VLAN merupakan sebuah bagian kecil jaringan IP yang terpisah secara logik. VLAN memungkinkan beberapa jaringan IP dan jaringan-jaringan kecil subnet berada dalam jaringan switched switched yang sama. Agar computer bisa berkomunikasi pada VLAN yang sama, setiap computer harus memiliki sebuah alamat IP dan Subnet Mask yang sesuai dengan VLAN tersebut. Switch harus dikonfigurasi dengan VLAN dan setiap port dalam VLAN harus didaftarkan ke VLAN. Sebuah port switch yang telah dikonfigurasi dengan sebuah VLAN tunggal disebut sebagai access port. Sebuah VLAN memungkinkan seorang Administrator untuk menciptakan sekelompok peralatan yang secara logic dihubungkan satu sama lain. Dengan VLAN, kita dapat membagi jaringan switch secara logik berdasarkan fungsi, departemen atau project team . Keuntungan Menggunakan VLAN Keamanan data dari setiap divisi dapat dibuat tersendiri, karena segmennya bisa dipisah secara logika. Lalu lintas data dibatasi segmennya. Departemen yang memiliki data sensitive terpisah dari jaringan yang ada, akan mengurangi peluang pelanggaran akses ke informasi rahasia dan penting. Penghematan biaya dihasilkan dari tidak diperlukannya biaya yang mahal untuk Upgrades Jaringan dan efisiensi penggunaan Bandwidth dan Uplink yang tersedia. Dengan membagi jaringan layer 2 menjadi beberapa worksgroup secara logik broadcast domain mengurangi trafik yang tidak diperlukan pada jaringan dan meningkatkan performa. Broadcast storm mitigation Pembagian jaringan ke dalam VLAN-VLAN akan mengurangi banyaknya device yang berpartisipasi dalam pembuatan broadcast storm. Hal ini terjadinya karena adanya pembatasan broadcast domain. Improved IT staff efficiency Dengan VLAN pengelolaan jaringan lebih mudah, karena user-user dengan kebutuhan jaringan yang sama berbagi VLAN yang sama Simpler project or application management VLAN menggabungkan para pengguna jaringan dan peralatan jaringan untuk mendukung perusahaan dan menangani permasalahan kondisi geografis. Memiliki fungsi-fungsi terpisah mempermudah pengelolaan sebuah project atau bekerja dengan aplikasi khusus. Jenis VLAN Berdasarkan perbedaan pemberian membership VLAN terbagi menjadi lima, yaitu Dengan melakukan konfigurasi pada port dan memasukkannya pada kelompok VLAN sendiri. Apabila port tersebut akan dihubungkan dengan beberapa VLAN maka port tersebut harus berubah fungsi menjadi port trunk VTP. Membership atau pengelompokan pada jenis ini didasarkan pada MAC Address. Tiap switch memiliki tabel MAC Address tiap komputer beserta kelompok VLAN tempat komputer itu berada. Karena VLAN bekerja pada layer 2 OSI maka penggunaan protokol IP dan IP Extended sebagai dasar VLAN dapat dilakukan. Selain bekerja pada layer 2, VLAN dapat bekerja pada layer 3, sehingga alamat subnet dapat digunakan sebagai dasar VLAN. Device atau komputer bisa diletakkan secara otomatis di dalam jaringan VLAN yang didasarkan pada autentifikasi user atau komputer menggunakan protokol VLAN ID Dua range VLAN ID adalah Normal Range VLAN 1 – 1005Nomor ID 1002 1005 dicadangkan untuk Token Ring dan FDDI 1, 1002 – 1005 secara default sudah ada dan tidak dapat disimpan di dalam file database VLAN, yaitu file ini disimpan dalam memori flash milkik trunking protocol VTP, yang membantu manajemen VLAN, hanya dapat bekerja pada normal range VLAN dan menyimpannya dalam file database Range VLANs 1006 – 4094Disimpan dalam NVRAM file running configuration.VTP tidak bekerja di sini. Terminologi VLAN Berikut ini terminologi di dalam VLAN VLAN Data adalah VLAN yang dikonfigurasi hanya untuk membawa data-data yang digunakan oleh user. Dipisahkan dengan lalu lintas data suara atau pun manajemen switch. Seringkali disebut dengan VLAN pengguna, User VLAN. Semua port switch pada awalnya menjadi anggota VLAN Default. VLAN Default untuk Switch Cisco adalah VLAN 1. VLAN 1 tidak dapat diberi nama dan tidak dapat dihapus. Native VLAN dikeluarkan untuk port trunking port trunking mendukung lalu lintas jaringan yang datang dari banyak VLAN tagged traffic sama baiknya dengan yang datang dari sebuah VLAN untagged traffic. Port trunking menempatkan untagged traffic pada Native VLAN. VLAN Manajemen adalah VLAN yang dikonfigurasi untuk memanajemen switch. VLAN 1 akan bekerja sebagai Management VLAN jika kita tidak mendefinisikan VLAN khusus sebagai VLAN Manajemen. Kita dapat memberi IP address dan subnet mask pada VLAN Manajemen, sehingga switch dapat dikelola melalui HTTP, Telnet, SSH, atau SNMP. VLAN yang dapat mendukung Voice over IP VoIP. VLAN yang dikhususkan untuk komunikasi data suara. Tipe Koneksi VLAN Tipe koneksi dari VLAN dapat di bagi menjadi 3 yaitu Trunk LinkAccess LinkHibrid Link Gabungan Trunk dengan Access Prinsip Kerja VLAN Berisi informasi tentang pengelompokan VLAN. Terdiri dari Static EntriesStatic Filtering Entries Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuang atau juga di masukkan ke dalam dinamic entriesStatic Registration Entries Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim ke suatu jaringan VLAN dan port yang bertanggung jawab untuk jaringan VLAN tersebutDynamic EntriesDynamic Filtering Entries Mespesifisifikasikan apakah suatu data itu akan dikirim atau dibuangGroup Registration Entries Mespesifisifikasikan apakah suatu data yang dikirim ke suatu group atau VLAN tertentu akan dikirim/diteruskan atau Registration Entries Menspesifikasikan port yang bertanggung jawab untuk suatu jaringan VLAN Saat sebuah data dikirimkan maka harus ada yang menyatakan Tujuan data tersebut VLAN tujuan. Informasi ini diberikan dalam bentuk tag header, sehingga informasi dapat dikirimkan ke user tertentu saja user tujuan, didalamnya berisi format MAC Address. Jenis dari tag header Ethernet Frame Tag HeaderToken Ring and Fiber Distributed Data Interface FDDI tag header Networking Contoh Konfigurasi VLAN Static VLAN –port switch dikonfigurasi secara manual. SwUtamaconfig Terminal Enter configuration commands, one per line. End with CTRL/Z. Sw02configVLAN 20 Sw02config-vlannameVLAN_Mahasiswa Sw02config-vlanexit Sw02configInterface fastEthernet 0/4 Sw02config-ifswitchport mode access Sw02config-ifswitchport access VLAN 20 Mode ini digunakan secara luas di jaringan skala besar. Keanggotaan port Dynamic VLAN dibuat dengan menggunakan server khusus yang disebut VLAN Membership Policy Server VMPS. Dengan menggunakan VMPS, kita dapat menandai port switch dengan VLAN? secara dinamis berdasar pada MAC Address sumber yang terhubung dengan port. Voice VLAN – port dikonfigurasi dalam mode voice sehingga dapat mendukung IP phone yang terhubung. Sw02configVLAN 100 Sw02config-vlanname VLAN_Voice Sw02config-vlanexit Sw02configInterface fastEthernet 0/2 Sw02config-ifswitchport voice VLAN 100 LANGKAH MEMBUAT VLAN Silakan Kalian coba masuk ke switch Kita gunakan aplikasi simulasi cisco packet tracer baik dilaptop/komputer bisa juga kita gunakan aplikasi cisco packet tracer di android/IOS. Klik pada switch yang akan diconfigurasi terus masuk ke CLI… silakan lakukan konfigurasi dibawah ini, nama sama no vlan bisa kalian ubah sesuai keinginan. Switchconfigure terminal Switchconfigvlan NoVLAN Switchconfig-vlanname NamaVLAN contoh untuk membuat VLAN dengan ID nomor 30 nama smkn1panjalu, port fa 0/1, fa 0/2 dan VLAN ID 40 nama tkj port fa 0/3 dan fa 0/4. Caranya masuk switch yang akan dikonfigurasi ->cli Switch>enableSwitchconfigure terminal Switchconfigvlan 30Switchconfig-vlanname smkn1panjaluSwitchconfig-vlanint fa 0/1Switchconfig-ifswitchport access vlan 30Switchconfig-ifint fa 0/2Switchconfig-ifswitchport access vlan 30Switchconfig-ifexitSwitchconfigvlan 40Switchconfig-vlanname tkjSwitchconfig-vlanint fa 0/3Switchconfig-ifswitchport access vlan 40Switchconfig-ifint fa 0/4Switchconfig-ifswitchport access vlan 40Switchconfig-ifexitSwitchconfigendSwitch
Salah satu upaya yang dapat dilakukan oleh seorang administrator jaringan untuk melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan kinerja jaringan adalah dengan konfigurasi VLAN Virtual Local Area Network. Ide dasar dalam konfigurasi VLAN adalah membuat beberapa switch virtual dalam suatu switch fisik. Masing-masing switch virtual mewakili sebuah VLAN. Dengan konfigurasi VLAN ini kita dapat melakukan efisiensi biaya dan meningkatkan performa dan keamanan suatu jaringan. VLAN yang merupakan teknologi pada Switch yang memungkinkan kita membagi satu switch menjadi beberapa broadcast domain yang berbeda. Virtual LAN membagi satu broadcast domain menjadi beberapa broadcast domain, sehingga dalam satu switch bisa saja terdiri dari beberapa network. Host yang berbeda VLAN tidak akan tersambung sehingga meningkatkan security jaringan. Broadcast domain yang lebih kecil akan membatasi device yang terlibat dalam aktivitas broadcast dan membagi device ke dalam group atau segmentasi berdasarkan fungsi dan tugasnya, misalanya group/divisi Marketing menggunakan VLAN 10, group Sales menggunakan VLAN 20, dan seterusnya. Broadcast Domain Dalam jaringan komputer broadcast itu artinya adalah pengiriman data dari sebuah host/komputer ke seluruh komputer di dalam sebuah jaringan, dan ini sangat mungkin terjadi pada jaringan yang dibentuk dengan menggunakan teknologi ethernet. Pada dasarnya broadcast dalam sebuah jaringan tidak dapat dihindari, oleh karna itu segmentasi menjadi penting ketika mendesain sebuah jaringan, salah satunya dengan menerapkan konfigurasi Virtual LAN. Baca juga Konfigurasi VLAN Trunking pada Cisco Packet Tracer LanjutanKonfigurasi VoIP dengan Cisco Packet TracerKonfigurasi Routing Information Protocol RIP pada Cisco Packet Tracer Konfigurasi VLAN Sebelum melakukan konfigurasi VLAN, harap diperhatikan VLAN ID; berfungsi sebagai identitas sebuah VLAN dengan nomor ID dimulai dari 1 sampai dengan 4094 yang dapat dirinci sebagai berikutNormal Range VLAN 1 – 1005Digunakan untuk sekala kecil dan menengahID 1002 1005 dicadangkan untuk token ring dan FDDI VLAN Default VLAN ID 1, 1002 – 1005Extended Range VLAN 1006 – 4094Keanggotaan dalam VLAN, yang dibagi kedalam dua jenisBerdasarkan port numberBerdasarkan MAC address Pada contoh konfigurasi VLAN kali ini, kita akan menggunakan VLAN ID 10 dan 20, serta keanggotaan VLAN berdasarkan port number pada masing-masing interface. Topologi Konfigurasi Topologi di atas terdiri atas dua jaringan VLAN yaitu VLAN 10 untuk divisi Logistik sedangkan VLAN 20 untuk divisi Keuangan. VLAN 10 menggunakan port Fa0/1 dan Fa0/2, sedangkan VLAN 20 menggunakan port Fa0/3 dan Fa0/4. Lakukan konfigurasi VLAN sesuai dengan port yang digunakan dengan perintah berikut Switchconf tSwitchconfigvlan 10Switchconfig-vlanname LogistikSwitchconfig-vlanvlan 20 Switchconfig-vlanname KeuanganSwitchconfigint fa0/1Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/2Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/3Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-ifint fa0/4Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-if Untuk mengecek konfigurasi VLAN, ketikkan perintah berikut Uji Konektivitas Lakukan uji ping sesama VLAN 10 dan/ antar VLAN pada PC, seperti gambar berikut Dari hasil uji ping di atas, PC0 pada VLAN 10 dapat mengirim ping ke PC1 dengan alamat IP tetapi mengalami RTO Request Time Out pada saat ping ke VLAN 20 dengan alamat IP maupun VLAN Trunking Jika terdapat dua buah switch dan pada masing-masing switch tersebut terdapat jaringan VLAN, maka untuk menghubungkan ke dua switch tersebut kita harus melakukan konfigurasi yang disebut dengan VLAN Trunking. Jadi fungsi VLAN Trunking adalah menghubungkan trafik VLAN dari switch yang berbeda, contohnya menghubungkan VLAN pada lantai 1 dan 2 seperti gambar berikut ini. Topologi Jaringan VLAN dengan mode Trunk Konfigurasi VLAN Trunking Konfigurasi VLAN Trunking dilakukan dengan cara sebagai berikut VLAN lantai 1 Switchconf tEnter configuration commands, one per line. End with CNTL/ 10Switchconfig-vlanname LogistikSwitchconfig-vlanvlan 20 Switchconfig-vlanname KeuanganSwitchconfig-vlanint fa0/1Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/2Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/3Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-ifint fa0/4Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-if VLAN lantai 2 Switchconf tSwitchconfigvlan 10Switchconfig-vlanname LogistikSwitchconfig-vlanvlan 20 Switchconfig-vlanname KeuanganSwitchconfigint fa0/1Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/2Switchconfig-ifswitchport access vlan 10Switchconfig-ifint fa0/3Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-ifint fa0/4Switchconfig-ifswitchport access vlan 20Switchconfig-if Sebelum kita konfigurasi trunking VLAN, uji ping terlebih dahulu pada PC0 ke PC4 VLAN 10 dari lantai 1 ke lantai 2, hasilnya seperti gambar berikut Ping dari PC0 lantai 2 ke PC4 lantai 1 walaupun berada pada VLAN yang sama menampilkan hasil Request Time Out, karena mode trunk belum diterapkan pada kedua switch. Konfigurasi Trunk Mode Switch lantai 1 ke Switch lantai 2 Sekarang kita akan menghubungkan kedua lantai tersebut dengan mode trunk, agar VLAN yang sama dapat saling terhubung. Kedua switch terhubung melalui port fa0/5 sehingga konfigurasi trunk dapat dilakukan dengan perintah berikut Switch lantai 1 Switchconfigint fa0/5Switchconfig-ifswitchport mode trunk Switch lantai 2 Switchconfigint fa0/5Switchconfig-ifswitchport mode trunk Uji Ping Konfigurasi VLAN Trunking Setelah konfigurasi mode trunk diterapkan pada masing-masing switch, sekarang kita uji koneksi kembali apakah komputer pada VLAN 10 maupun 20 di lantai 1 dan 2 sudah dapat terhubung atau belum. Lakukan uji seperti sebelumnya dari PC1 yang berada pada lantai 2 ke PC4 dan PC5, hasilnya seperti berikut ini. Dari hasil uji ping seperti yang tampak pada gambar di atas, dapat disimpulkan bahwa konfigurasi VLAN trunking sudah berhasil diterapkan pada topologi jaringan VLAN dengan mode trunk. Demikian penjelasan singkat mengenai konfigurasi Virtual LAN dan VLAN Trunking, semoga dapat memberi pencerahan dan pemahaman bagi pembaca terutama para siswa SMK Kelas XI untuk kompetensi Teknik Komputer dan Jaringan TKJ. Referensi Ilmu JaringanIT Freelancer IndonesiaPatwiyanto, dkk. 2018. Administrasi Infrastruktur Jaringan. Yogyakarta ANDITaufik, Muhammad. 2015. The Way to be Cisco Warrior. Jakarta ID-Networker. [Ebook]
Kepanjangan dari VLAN adalah Virtual LAN. Konsep VLAN itu sendiri adalah membuat jaringan di dalam sebuah jaringan, dengan kata lain VLAN dapat digunakan untuk membagi sebuah jaringan menjadi beberapa jaringan di mana setiap jaringan yang terbagi tidak dapat saling terhubung antara satu dengan lainnya. Tutorial ini akan membahas tentang cara membuat VLAN pada jaringan yang menggunakan 2 buah Switch. Dalam jaringan ini terdapat 2 buah switch dan 6 buah PC, di mana setiap switch terhubung dengan 3 buah PC . Dalam 1 switch dibagi menjadi 3 VLAN yaitu vlan 1, vlan 2, dan vlan 3, dengan masing-masing vlan terdapat 1 buah PC. Berikut gambarnya Dalam jaringan tersebut, PC dengan VLAN yang sama lah yang dapat saling terhubung dan melakukan koneksi data. Maka PC0 hanya terhubung dengan PC3, PC1 hanya terhubung dengan PC4, dan PC2 hanya terhubung dengan PC5. Berikut langkah-langkah dalam membuat VLAN pada jaringan yang menggunakan 2 buah switch 1. Buka aplikasi Cisco Packet Tracer 2. Masukkan 2 buah Switch 3. Hubungkan Switch0 dengan Switch1 menggunakan kabel cross–over, melalui Port FastEthernet0/1 pada masing-masing switch 4. Masukkan 6 buah PC 5. Konfigurasi IP PC-PC tersebut. Klik PC0, pindah ke tab Desktop, klik IP configuration, pilih Static, masukkan untuk IP Address dan untuk Subnet Mask. 6. Ulangi langkah ke-5 untuk PC1 sampai PC5. Namun IP Address yang dimasukkan berbeda, sedangkan Subnet Mask-nya sama. IP Address PC1 IP Address PC2 IP Address PC3 IP Address PC4 IP Address PC5 7. Hubungkan PC0, PC1, PC2 ke Switch0 menggunakan kabel straight-through. Di mana pada switch, untuk PC0 menggunakan Port FastEthernet1/1, PC1 menggunakan Port FastEthernet2/1, dan PC2 menggunakan Port FastEthernet3/1. 8. Hubungkan PC3, PC4, PC5 ke Switch1 menggunakan kabel straight-through. Di mana pada switch, untuk PC3 menggunakan Port FastEthernet1/1, PC4 menggunakan Port FastEthernet2/1, dan PC5 menggunakan Port FastEthernet3/1. 9. Konfigurasi VLAN pada Switch0. Klik Switch0, pindah ke tab CLI, masukkan command di bawah ini Switch>enable Switchconfigure terminal Switchconfiginterface fastEthernet 0/1 Switchconfig-ifswitchport mode dynamic desirable Switchconfig-ifswitchport mode trunk Switchconfig-ifexit Switchconfig Switchconfigvlan 2 Switchconfig-vlanexit Switchconfigvlan 3 Switchconfig-vlanexit Switchconfig Switchconfiginterface fastEthernet 1/1 Switchconfig-ifswitchport mode access Switchconfig-ifexit Switchconfig Switchconfiginterface fastEthernet 2/1 Switchconfig-ifswitchport mode access Switchconfig-ifswitchport access vlan 2 Switchconfig-ifexit Switchconfig Switchconfiginterface fastEthernet 3/1 Switchconfig-ifswitchport mode access Switchconfig-ifswitchport access vlan 3 Switchconfig-ifexit Switchconfig Switchconfigend Switch Keterangan Untuk Port FastEthernet0/1 menggunakan mode trunk karena digunakan sebagai jalur penghubung ke Switch1 Untuk Port FastEthernet1/1, Port FastEthernet2/1 , Port FastEthernet3/1 menggunakan mode access karena digunakan sebagai jalur penghubung ke PC0, PC1, dan PC2. Untuk Port FastEthernet2/1 menggunakan akses VLAN 2, Port FastEthernet3/1 menggunakan akses VLAN 3, sedangkan Port FastEthernet1/1 tidak perlu dilakukan konfigurasi vlan karena sudah default pada VLAN 1. 10. Konfigurasi VLAN pada Switch1. Klik Switch1, pindah ke tab CLI, masukkan command di bawah ini Switch>enable Switchconfigure terminal Switchconfiginterface fastEthernet 0/1 Switchconfig-ifswitchport mode dynamic desirable Switchconfig-ifswitchport mode trunk Switchconfig-ifexit Switchconfig Switchconfigvlan 2 Switchconfig-vlanexit Switchconfigvlan 3 Switchconfig-vlanexit Switchconfig Switchconfiginterface fastEthernet 1/1 Switchconfig-ifswitchport mode access Switchconfig-ifexit Switchconfig Switchconfiginterface fastEthernet 2/1 Switchconfig-ifswitchport mode access Switchconfig-ifswitchport access vlan 2 Switchconfig-ifexit Switchconfig Switchconfiginterface fastEthernet 3/1 Switchconfig-ifswitchport mode access Switchconfig-ifswitchport access vlan 3 Switchconfig-ifexit Switchconfig Switchconfigend Switch Keterangan Untuk Port FastEthernet0/1 menggunakan mode trunk karena digunakan sebagai jalur penghubung ke Switch0 Untuk Port FastEthernet1/1, Port FastEthernet2/1, Port FastEthernet3/1 menggunakan mode access karena digunakan sebagai jalur penghubung ke PC3, PC4, dan PC5. Untuk Port FastEthernet2/1 menggunakan akses VLAN 3, Port FastEthernet3/1 menggunakan akses VLAN 3, sedangkan Port FastEthernet1/1 tidak perlu dilakukan konfigurasi vlan karena sudah default pada VLAN 1. 11. Ping dari PC0 ke PC3, PC1 ke PC4, PC2 ke PC5. Klik pada PC, pindah ke tab Dekstop, klik Command Prompt, ketikkan ping . Selesai
dua buah switch yang saling berhubungan antar vlan disebut