Ruangtunggu di institusi kesehatan bisa memberikan pengaruh kuat kepada tingkat kepuasan pasien saat menunggu sebelum waktu jadwal periksa mereka. Terlebih lagi waktu yang dihabiskan lumayan lama. Tentunya hal ini membuat institusi kesehatan atau rumah sakit harus membuat nyaman para pasiennya.
Sesampainyadi rumah sakit dan telah mendapatkan nomor antrean, pengemudi ambulance kemudian meninggalkan P yang saat itu duduk di kursi ruang tunggu instalasi gawat darurat (IGD). Siang harinya, Sukarman mendapat kabar bahwa P meninggal dunia, dengan posisi masih berada di kursi tunggu tersebut.
cara memperbaiki charger laptop asus tidak mengisi. Desain ruang tunggu klinik gigi yang terlihat begitu “ramah”, sederhana, dan simpel. Estimated reading time 4 minutes – Klinik dental seluas 250 meter persegi ini terlihat sangat menyenangkan dan ramah bagi para pengunjung. Ia benar-benar mampu keluar dari kesan menakutkan pemeriksaan gigi yang lazim dialami setiap orang. Dikutip dari dezeen, proyek konstruksi dan desain interior klinik ini dirancang oleh sebuah firma arsitek bernama RIGI studio. Berlokasi di sebuah kota pelabuhan di Tianjin timur laut China, klinik perawatan gigi atau dental klinik ini memiliki konstruksi dan rancangan interior yang sangat luar biasa. Interiornya terasa sangat homey, terutama ruang tunggu klinik –ruang tunggu pasien– yang dirancang seperti layaknya sebuah ruang makan. Ruang Tunggu Klinik = Ruang Makan Ruang tunggu klinik gigi ini menjadi salah satu bagian yang paling mendapatkan perhatian sangat serius. Interior ruang tunggu klinik ini dirancang seperti ruang makan. Kabarnya, ini sengaja dilakukan agar setiap orang dapat berkomunikasi dengan santai dan merasakan suasana dan nuansa ruang yang tak jauh berbeda seperti rumah. RIGI Design merancang ruang tunggu ini agar pasien dan pengunjung merasa lebih rileks. “Kursi tunggu di rumah sakit tradisional diatur secara paralel,” kata RIGI. “Namun, rancangan sepertu itulah yang justru meningkatkan kegelisahan pasien.” seperti dikutip dari dezeen.“Di sini, orang bisa duduk berhadapan,”. “Mereka bisa saling berkomunikasi atau menunggu dengan tenang.” Sementara bagian lainnya, khususnya bagian depan, desain facade klinik ini juga tak kalah ramah, sederhana, juga simpel. Dengan kombinasi dan dominasi warna oranye yang terang, bagian resepsionis bahkan terasa sangat welcoming. Anda tak perlu khawatir lagi soal “ketakutan” yang tiba-tiba datang melanda sesaat memasuki area klinik gigi seperti biasanya. Ruangan lainnya, persis di sebelah area entry, terdapat pula area bermain anak dengan kombinasi warna-warni ceria. Sekilas, desain ruang bermain ini mengingatkan kita pada rancangan ruang belajar TK, tempat anak-anak kita bersekolah. Benar-benar menghilangkan ketegangan saat menunggu giliran pemeriksaan. Tim RIGI, -yang dipimpin oleh Desainer bernama Liu Kai–, mendesain area anak-anak dengan perabotan berbentuk binatang dan dinding papan tulis. Area bermain ini juga terintegrasi sangat baik dengan ruangan lainnya, termasuk area ruang tunggu. “Merawat anak-anak adalah merawat orang dewasa,” kata RIGI Design. “Sebuah klinik yang peduli pada anak-anak, pada tingkat tertentu, menghadirkan rasa peduli dan tanggung jawab.” Di belakang meja resepsionis terdapat panel dinding, unsur dekoratif yang menarik yang dihiasi warna oranye pastel, biru, dan juga hijau. Warna-warna tersebut hampir dominan pada setiap ruang yang didominasi oleh permukaan dan furniture kayu berwarna putih yang tampak hangat.
JAKARTA, — Semua orang pasti setuju kalau menunggu dikatakan sebagai kegiatan yang paling membosankan. Namun, dengan adanya kesibukan atau hiburan, menunggu bukan lagi menjadi hal yang Sakit Husada RS Husada baru-baru ini membuat suatu terobosan yang cukup berbeda dan unik. Dengan menggandeng produsen alat kesehatan Advance, kini di RS Husada telah tersedia ruang tunggu dengan konsep yang berbeda. Pada ruang tunggu yang diberi nama Showroom Advance itu, pasien atau keluarga pasien yang sedang menunggu untuk bertemu tenaga medis/dokter bisa mengisi waktu dengan relaksasi sejenak tubuh mereka menggunakan alat-alat kesehatan, seperti kursi pijat dan alat pemijat Advance Apit Abu Haripin mengungkapkan, tujuan utama mereka membuat showroom dengan konsep ruang tunggu sebenarnya adalah untuk memberikan kenyamanan kepada para pengunjung, pasien, dokter, dan suster."Mungkin pasien yang sudah menunggu dalam waktu panjang akan bosan, capek, karena enggak ada hiburan. Mereka bisa menggunakan alat-alat kesehatan Advance, seperti kursi pijat, pemijat kaki untuk merelaksasi diri supaya mereka bisa kembali bugar, segar, dan enggak kesal dalam menunggu giliran untuk diperiksa," paparnya saat peresmian Showroom Advance di RS Husada, Kamis 26/5/2011.Selain alat-alat relaksasi, di Advance Room RS Husada, baik pengunjung, pasien, maupun semua tenaga medis juga bisa menikmati air kesehatan yang sudah disediakan Advance lewat metode penjernih air, dengan teknologi Reverse Osmosis."Teknologi ini akan memproses air PAM, dan hasilnya adalah air minum yang sehat, berkualitas, yang siap diminum. Rasa airnya jauh lebih segar," lanjut, Apit mengatakan bahwa semua fasilitas yang ada di ruang tunggu bisa dinikmati oleh seluruh pengunjung RS Husada tanpa dipungut biaya alias gratis. "Silakan mampir ke ruang tunggu Advance atau Showroom Advance di RS Husada. Mereka boleh minum secara gratis, kapan saja."Direktur Utama RS Husada dr Pranantyo Setyabudi mengaku cukup senang atas terjalinnya kerja sama dengan Advance karena menurutnya bisa membuat pasien yang berada di ruang tunggu menjadi betah."Saya mengharapkan supaya pasien-pasien betah menunggu di sini, biarpun lama. Kadang-kadang ada pasien yang nunggu lama dari pukul sampai dini hari," menambahkan bahwa showroom dengan konsep ruang tunggu saat ini baru ada di RS Husada. Dia berharap, ke depan, rumah sakit lain bisa ikut menerapkan hal serupa. "Kalau konsep ini disukai pengunjung, dokter, dan perawat, tentu ini akan menjadi pembicaraan dari mulut ke mulut. Kalau rumah sakit lain tidak ada fasilitas seperti ini, ya, mereka akan kalah bersaing nantinya," candanya. Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mari bergabung di Grup Telegram " News Update", caranya klik link kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Signify Ilustrasi ruang tunggu di apotek yang disinfeksi dengan sinar UV-C agar steril. IDEAOnline-Mungkin sebagian besar orang tahu runag tunggu dan pernah punya pengalaman dengan ruang tunggu atau berada di ruang tunggu. Hampir setiap gedung pasti memiliki ruang tunggu. Mulai dari gedung sekolah, perkantoran, rumah sakit, stasiun, hingga terminal dilengkapi dengan ruang tunggu. Padahal tidak semua orang menyukai ruang tunggu. Terlebih menunggu merupakan aktivitas atau kegiatan yang sangat membosankan. Sebuah survei yang dilakukan oleh Software Advice yang merupakan sebuah kelompok konsultasi yang berbasis di Austin, Texas, Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa hampir semua orang tidak menyukai ruang tunggu. Survei tersebut melaporkan, sebanyak 97 persen orang mengalami frustrasi karena waktu tunggu. Sehingga ruang tunggu menjadi salah satu tempat paling suram di dunia. Selain itu, sebanyak 80 persen responden mengatakan bahwa waktu tunggu yang terlalu lama dapat membuat rasa frustarsi semakin besar, sementara waktu tunggu singkat dapat meminimalisasi rasa frustrasi mereka. Lalu, sebanyak 40 persen responden lainnya mengatakan mereka bersedia menemui dokter lain di rumah sakit jika waktu tunggunya lebih singkat. Kemudian 20 persen responden berani membayar biaya lebih untuk mendapatkan layanan yang lebih cepat. Arsitek Langdon Wilson International Ziad Khan mengatakan, meski ruang tunggu memiliki dampak yang tidak baik bagi banyak orang, faktanya masih banyak gedung-gedung di dunia yang tetap memberikan fasilitas ruang tunggu. Baca Juga Bentuk Organik dengan Oase Alami, Hotel Ini Akomodasi Kemewahan dan Kebutuhan di Masa Normal Baru Ilustrasi-seseorang di ruang tunggu di Bandara Internasional John F Kennedy. "Namun ruang gawat darurat, pusat perawatan darurat, kantor dokter, DMV, kantor pemerintah, universitas, terus mengeluarkan uang untuk membangun ruang yang ditakuti ini," kata Ziad seperti dikutip dari Archdaily, Rabu 30/12/2020. Teknologi Solusi Pengganti Ruang Tunggu Ziad mengatakan perkembangan teknologi saat ini semakin canggih. Aktivitas apa pun bahkan dapat secara mudah dilakukan dengan mengombinasikan peran serta teknologi ke dalamnya. Terlebih, pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini menjadi pelajaran berharga untuk melakukan reformasi terutama dalam menyediakan konsep ruang tunggu. "Saat ini konsep ruang tunggu itu sebenarnya sudah bisa divirtualkan, misalnya menggunakan platform manajemen tunggu seluler atau manajemen antrian yang dapat dibuat menggunakan aplikasi," tutur Ziad. Dengan aplikasi ruang tunggu selular itu, memungkinkan orang bergabung dengan saluran virtual dari ponsel mereka, mendapatkan jadwal tunggu, dapat juga berkeliaran dengan bebas saat mereka menunggu. Selain itu, mereka bisa menerima pemberitahuan saat giliran mereka mendekat, dengan menunggu pembaruan ramalan secara real time, dan bahkan kemampuan untuk memilih waktu yang mereka inginkan untuk dilayani. Ziad mencontohkan, membangun sebuah gedung rumah sakit tentu memakan biaya yang sangat besar. Baca Juga Pandemi Mengubah Standar Keamanan Gedung, Inilah Teknologi yang Digunakan pada Desain Kantor Kini dan Masa Depan Dok. Humas AP I SAMS Balikpapan Suasana ruang tunggu penumpang di Bandara SAMS Balikpapan, KalTim, 19/5/2020. Karenanya lebih baik alokasi pembangunan ruang tunggu di rumah sakit dapat dialihkan untuk pembangunan ruang dalam, atau ruang istirahat atau kantin. "Dengan membangun kantin, atau ruang istirahat maka akan menjadi solusi yang saling menguntungkan terutama bagi pasien," imbuh Ziad. Sementara, lobi di rumah sakit yang biasa digunakan sebagai ruang tunggu dapat dijadikan sebagai ruang tunggu virtual. Di dalamnya hanya tersedia restoran fisik, apotek, dan kantin. "Kita sekarang hidup di dunia penyebaran dan kenyamanan yang digerakkan oleh aplikasi. Karenanya ada kesempatan untuk meminimalkan ruang tunggu fisik dan beralih ke sistem tunggu secara virtual, sehingga ke depan tidak perlu lagi ada ruang tunggu," tuntas Ziad. Artikel ini telah tayang di dengan judul Masih Bergunakah Ruang Tunggu? Ini Jawabannya PROMOTED CONTENT Video Pilihan
rumah sakit ruang tunggu