Perangkeluarga Bharata atau Baratayudha adalah puncak dari perseteruan yang terjadi antara Pandawa dan Kurawa. Semua ini bermula karena pihak Kurawa yang berambisi untuk menguasai Astinapura secara penuh kemudian melakukan segala cara untuk menyingkirkan Pandawa yang sebenarnya merupakan saudara mereka.
lengkapepisode 1 267 dubbing bahasa indonesia , sejarah perang baratayudha perang sejarah lengkap, leluhur pandawa dan kurawa kisah mahabharata youtube, kisah mahabarata versi jawa staging epigami sg, komik mahabarata lengkap pdf emoji keyboard , download mahabharata bahasa indonesia full episode antv,
mahabarataversi jawa vitaliti integ ro, leluhur pandawa dan kurawa kisah mahabharata youtube, kisah mahabarata episode 1 ftik usm ac id, komik mahabarata lengkap pdf djlevy, mahabharata dan ramayana versi indonesia dalam perspektif, cerita wayang mahabarata lengkap sejarah filosofi dan, mahabharata sejarah dan budaya nusantara, jodha akbar bhs
gmbarterbaru sejarah sejarah kisah mahabarata, cerita wayang mahabarata bahasa jawa lengkap, sifat dan watak tokoh wayang mahabarata tokoh muda, gambar wayang wayang mahabharata 1 djawa modern, eko subiyantoro kisah mahabarata adiparwa, tokoh wayang dalam lakon kurawa dan pandawa di tanah air, karna mahabharata blog kisah konflik para pandawa
DiscussKeturunan Pandawa Dan Kurawa Pasca Baratayudha. Baratayuda Wikipedia Bahasa Indonesia Ensiklopedia Bebas. Nasib Pandawa Lima Dan Akhir Kerajaan Astina Artikel Terbaru. Kisah Mahabharata Lengkap Versi Jawa Tympanistaco Com. Mahabharata Part 2 Baratayudha Atau Perang Di Kurukshetra. 10 Senopati Cerita Baratayuda Versi Jawa â
cara memperbaiki charger laptop asus tidak mengisi. Daftar Isi 1. Duryudana 2. Dursasana 3. Dursilawati 4. Citraga 5. Durmagati 6. Citraksa 7. Citraksi 8. Citramarma Solo - Dalam cerita wayang Jawa terdapat perang Bharatayudha memperebutkan kekuasaan di Hastinapura. Perang tersebut melibatkan dua kubu saudara yaitu Pandawa dan dari laman resmi Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kurawa atau Kurawa adalah putra Prabu Destarastra dan Dewi Gendari. Dalam dunia pewayangan Jawa maupun India, wayang Kurawa berjumlah 100, yakni 99 laki-laki dan 1 perempuan. Mereka merupakan keturunan bangsa yang pertama muncul adalah Duryudana yakni wujud potongan daging paling besar. Disusul oleh Dursasana, lalu saudara-saudaranya yang lain hingga seratus orang dengan satu bayi perempuan yang diberi nama Dewi Dursilawati. Dikutip dari buku yang berjudul 'Ensiklopedia Tokoh-Tokoh Wayang dan Silsilahnya' karya Mahendra Sucipta, berikut ini penjelasan mengenai 8 tokoh Kurawa lengkap dengan DuryudanaDuryudana merupakan anak tertua di antara Kurawa-Kurawa lain. Putra dari Destrarata dan Gandari ini memiliki sifat yang iri kepada Pandawa sejak kecil. Duryudana juga berwatak bengis dan suka menghalalkan segala cara untuk menyingkirkan antagonis Duryudana semakin bertambah ketika ia mendapat hasutan dari Sengkuni yang membuat Duryudana haus kekuasaan untuk menguasai kerajaan Hastinapura, meskipun bukan mudah terombang-ambing oleh orang-orang di sekitarnya, mudah terhasut karena biasa dimanja. Percaya diri dan cenderung sombong dengan kekuatan kelompoknya, sehingga berani mengobarkan perang. Kuat di medan perang, sulit memiliki nasib yang merana dalam hal cinta, karena istrinya yang bernama Banowati tidak mencintainya namun tetap mencintai DursasanaTokoh Kurawa selanjutnya adalah Dursasana. Dursasana merupakan adik dari Duryudana. Putra dari Destrarata dengan Gandari. Dursasana memiliki watak jahat dan arogan. Dirinya selalu menyombongkan diri terhadap kekuasaan dan kekayaan yang ia punya. Dia juga sangat angkuh, berbicara dengan nada keras, dan suka menghina DursilawatiDursilawati adalah salah satu dari seratus Kurawa, Putri dari Destrarata dengan Gendari. Dari seratus Kurawa bersaudara, Dursilawati tercantik karena dia satu-satunya wanita. Semasa kecil, Dursilawati sudah jauh dari kasih sayang, oleh karena itu hampir-hampir tak pernah ia menangis. Air matanya sudah kering karena kesedihan masa kecil. Dewi Gendari selaku Ibundanya pun tak pernah memperhatikannya karena terlalu sibuk de-nan kemarahan dan kekecewaannya mencapai usia matang, Dursilawati dipersunting oleh Jayadrata yang merupakan seorang Raja Banakeling. Meskipun Jayadrata tewas dalam perang Baratayuda, namun ia berhasil mendidik anak-anaknya agar tidak mendendam. Justru anaknya yang mewarisi Kerajaan Banakeling, kelak menjalin persahabatan dengan Hastinapura di zaman CitragaCitraga merupakan salah satu dari seratus Kurawa. Terkenal karena kejahatannya senang menculik gadis-gadis desa, bersama dua orang saudaranya yang bernama Habaya dan Durkarana. Citraga, bersama Habaya dan Durkarana, tewas di tangan Prabu Salya menjelang perang Baratayuda. Dimana, ketika itu ketiganya kepergok sedang melakukan aksinya oleh Prabu DurmagatiDurmagati adalah salah satu tokoh dari seratus Kurawa yang karakternya terkenal. Ciri-ciri fisik yang dimiliki cukup kentara, yaitu bermata telengan putih, hidung berbentuk haluan perahu, bermuka mendongak, bermulut gusen, rambut gimbal terurai., bergelang, berplontoh dan berkeroncong, berkain parang rusak barong., bercelana memiliki senjata-senjata ampuh yang sanggup membunuh Abimanyu. Terdapat dua versi tentang kematiannya yaitu ia mati dipukul gada Rujakpolo milik Werkudara dan versi satunya lagi ia tewas di tangan CitraksaCitraksa merupakan salah satu dari seratus Kurawa. Citraksa memiliki seorang saudara kembar bernama Citraksi. Sebenarnya Citraksa seorang Kurawa pilihan dan mempunyai bakat menguasai ilmu kanuragan yang hebat. Sayangnya, kebiasaannya minum terlalu kuat, sehingga kebolehan ilmu Citraksa dan Citraksi tidak terlalu mumpuni. Akibatnya, ketika perang Baratayuda Sadewa berhasil merobek perut Citraksa menjelang akhir perang CitraksiUsai perang Baratayuda yang memakan banyak korban, Citraksi masih dapat hidup. Kembaran Citraksa ini bersembunyi ke sana ke mari hingga negeri Mandraka. Namun sayang, orang-orang Mandraka mengenalinya, sebagai salah satu Kurawa yang menjadi biang keladi perang yang menewaskan Raja pun terluka karena dikeroyok orang-orang. Citraksi sempat ditolong pimpinan Mandraka yang saat itu sudah dijabat Nakula saudara kembar Sadewa. Hanya saja, ketika dibawa menuju tabib istana, Citraksi sudah terlanjur CitramarmaCitramarma merupakan salah satu dari seratus Kurawa. Citramarma tewas dalam peristiwa Kresna Duta, bersama tiga orang saudaranya Dirgabahu, Jalasaha, Patiweya, dan Windandini. Mereka terinjak-injak oleh Brahalasewu, yang merupakan perwujudan raksasa dari informasi mengenai mengenal 8 tokoh Kurawa dan karakternya di cerita wayang Jawa. Semoga bermanfaat, ya Lur!Artikel ini ditulis oleh Agustin Tri Wardani peserta Program Magang Bersertifikat Kampus Merdeka di detikcom. Simak Video "Siap-siap "War" Tiket Indonesia Vs Argentina Segera Dimulai" [GambasVideo 20detik] aku/ahr
Pandawa Lima Sejarah, Kisah, Tokoh dan Karakternya – Siapa sajakah tokoh dari Pandawa lima itu ?, Pada kesempatan ini akan membahasnya, meliputi sejarah, karakter dan tentunya hal-hal lain yang juga kita simak bersama pembahasannya pada artikel di bawah ini untuk lebih dapat memahaminya. Pandawa adalah termasuk istilah bahasa Sansekerta yang dengan cara harfiah yang berarti putra Pandu, yakni seorang raja Hastinapura terhadap wiracarita Mahabharata. Pandawa terdiri atas lima orang, diantaranya ialah Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Mereka merupakan sebuah tokoh protagonis di dunia Mahabharata, sedangkan pada antagonisnya ialah putra Dretarastra, Korawa, saudara lelaki Pandu. Di dalam kisah Mahabharata, pada kelima Pandawa tersebut telah menikah dengan Drupadi, yang telah berpartisipasi dalam sebuah kompetisi dalam sebuah kerajaan Panchala, dan masing-masing anggota Pandawa mempunyai seorang putra dari Drupadi. Pandawa adalah sejumlah karakter utama dengan sebuah bagian penting dari epos Mahabharata, yakni dalam pertempuran besar di bagian daratan Kurukshetra. Pertempuran Pandawa melawan Korawa dan para sekutu mereka. Kisah ini yakni telah menjadi kisah penting dalam epos Mahabharata, di samping kisah bahwa Korawa dan Pandawa yakni bermain dadu. Sejarah Pandawa Lima Cerita wayang adalah sebuah kisah legendaris bagi masyarakat Hindu. Di India dan Indonesia selama kepulauan di bawah kerajaan Hindu, sejarah berakar pada cerita rakyat, yang telah berkembang dengan menjadi budaya dalam masyarakat terhadap kepulauan. Seperti buku Mpu Panuluh dan Bharatayudha karya Mpu Sedah. Kisah Baratayudha, kisah pertempuran antara Korawa dan Pandawa di Kurusetra, menyisakan dalam sepotong legenda heroik yang sangat signifikan. Pandawa ialah seorang Putra Pandu terdiri atas 5 ksatria yang melambangkan dalam sebuah kebaikan dan 5 kualitas kesempurnaan terhadap manusia. Kisah Pandawa Lima Pandawa yang berasal dari bahasa sansekerta, yang berarti anak Pandu dalam salah satu raja Hastinapura Mahabharata dengan putra mahkota dari kerajaan tersebut pulau jawa yaitu lima pangeran Yudistira, Menurut susastra yang terdapat dalam agama Hindu Mahabharata yang menjelmah atau penitisan dewa. Berikut kisah yang terdapat tentang lima pewayang tersebut adalah Yudistira – merupakan penitisan sebagai penjelmaan dari Dewa Yama Bima – merupakan penitisan sebagai penjelmaan dari Dewa Bayu Arjuna – merupkan penitisan sebagai penjelmaan dari Dewa Indra Nakula dan Sadewa – merupakan penitisan sebagai penjelmaan dari dewa kembar Aswin. Para lima pandawa tersebut adalah tokoh yang sangat penting dalam wiracarita kisah Mahabharata dalam sebuah pertempuran yang dahsyat di daratan Kurukshetra dengan para Kurawa. Tokoh dan Karakter Pandawa Lima Banyak sekali karakter pewayangan yang bisa kita jadikan contoh dalam kehidupan sehari-hari, tapi tentunya yang berkarakter baik. baik Pandawa Lima merupakan tokoh yang tidak dapat dipisahkan dengan kisah Mahabarata, karena Pandawa Lima merupakan tokoh sentralnya bersama dengan Kurawa. Pandawa lima adalah sebutan lima bersaudara, putra dari Pandu Dewanata yakni Yudistira, Bima, Arjuna, Nakula dan Sadewa. Berikut ini kita akan mengenal karakter tokoh pandawa lima Yudistira Yudistira memiliki nama kecilnya yaitu Puntadewa. Ia merupakan yang tertua di antara lima Pandawa, atau para putera Pandu dengan Dewi Kunti. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Yama. Yudistira memerintah di Kerajaan Amarta. Karakter Sifatnya sangat bijaksana, tidak memiliki musuh, hampir tak pernah berdusta seumur hidupnya. Memiliki moral yang sangat tinggi, suka mema’afkan serta suka mengampuni musuh yang sudah menyerah. Sifat lainnya yang menonjol adalah adil, sabar, jujur, taat terhadap ajaran agama, penuh percaya diri, dan berani berspekulasi. Bima Bima dengan nama kecilnya Sena. Bima merupakan putra kedua Pandu dengan Dewi Kunti. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Bayu sehingga memiliki nama julukan Bayusutha. Bima sangat kuat, lengannya panjang, tubuhnya tinggi, dan berwajah paling sangar di antara saudara-saudaranya. Meskipun demikian, ia memiliki hati yang baik. Pandai memainkan senjata gada. Senjata gadanya bernama Rujakpala. Bima juga dijuluki Werkudara. Dalam pewayangan Jawa, Bima memiliki anak yaitu Gatotkaca, Antareja dan Antasena. Karakter Bima memililki sifat dan perwatakan; gagah berani, teguh, kuat, tabah, patuh dan jujur. Ia juga memiliki sifat kasar dan menakutkan bagi musuh, walaupun sebenarnya hatinya lembut, setia pada satu sikap, tidak suka berbasa basi dan tak pernah bersikap mendua serta tidak pernah menjilat ludahnya sendiri. Arjuna Arjuna dengan nama kecilnya Permadi. Arjuna merupakan putra bungsu Dewi Kunti dengan Pandu. Ia merupakan penjelmaan dari Dewa Indra, Sang Dewa perang. Ia adalah ksatria cerdik dan gemar berkelana, gemar bertapa dan berguru menuntut ilmu. Arjuna memiliki kemahiran dalam ilmu memanah dan dianggap sebagai ksatria. Kemahirannnya dalam ilmu peperangan menjadikannya sebagai tumpuan para Pandawa agar mampu memperoleh kemenangan saat pertempuran besar di melawan Kurawa. Arjuna dikenal juga dengan nama Janaka. Ia memimpin kerajaan di Madukara Karakter Arjuna memiliki sifat perwatakan cerdik pandai, pendiam, lemah lembut budinya,teliti, sopan-santun, berani dan suka melindungi yang lemah. Nakula Nakula dengan nama kecilnya Pinten. Nakula merupakan salah satu putera kembar pasangan Dewi Madrim dan Pandu. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Nakula pandai memainkan senjata pedang. Nakula merupakan pria yang paling tampan di dunia dan merupakan seorang ksatria berpedang yang tangguh. Karakter perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia. Sadewa Sadewa dengan nama kecilnya Tangsen. Sadewa merupakan salah satu putera kembar pasangan Dewi Madri dan Pandu. Ia merupakan penjelmaan Dewa kembar bernama Aswin, Sang Dewa pengobatan. Sadewa adalah orang yang sangat rajin dan bijaksana. Sadewa juga merupakan seseorang yang ahli dalam ilmu astronomi. Karakter perwatakan jujur, setia, taat pada orang tua dan tahu membalas budi serta dapat menjaga rahasia Demikianlah ulasan dari tentang Pandawa Lima Sejarah, Kisah, Tokoh dan Karakternya, semoga dapat menambah wawasan dan pengetahuan kalian. Terimakasih telah berkunjung dan jangan lupa untuk membaca artikel lainnya
On 09 Apr 2021 Sastrawan kalsik Betawi Muhammad Bakir bin Syafian Usman Fadli gemar menuliskan prosa-prosa yang mengisahkan pewayangan yang ditulis dalam Bahasa Melayu, menggunakan huruf Arab-Jawi. Setiap prosa hasil karyanya ditulis di dalam sebuah kertas Eropa bergaris berukuran 32 × 20 cm. Karya lainnya adalah tentang Hikayat Asal Mulanya Wayang yang selesai dikarang pada 6 Agustus 1890 di Kampung Pecenongan. Di dalam naskahnya sendiri, Muhammad Bakir menyelesaikannya tidak dalam satu waktu. Hal ini tertulis pada naskah manuskripnya yang mencantumkan penanggalan yang berbeda-beda. Misalnya, pada halaman 233 terdapat tanggal 17 Hapit kalender Islam-Jawa 1306 Hijriah dan 15 Juli 1889. Selain itu, pada halaman 256, sebuah adegan cerita terjadi pada tanggal 15 Muharam 1307 Hijriah atau pada tanggal 11 September 1889. Dalam naskah-naskah Muhammad Bakir, biasanya tanggal-tanggal yang terselip dalam teks adalah tanggal halaman yang bersangkutan disalin. Naskah yang masih tersimpan di Perpustakaan Nasional dengan kode ML 241 juga dikenal dengan nama Hikayat Wayang Pandu karena judul itulah yang tercantum dalam katalog van Ronkel 190922. Hikayat ini ditulis Muhammad Bakir berdasarkan cerita seorang dalang dari Kampung Jagal, Pasar Senen. Hikayat Asal Mulanya Wayang berisi silsilah Pandu Dewanata, leluhur keluarga Pandawa, yang diturunkan oleh para dewa dari kayangan. Pada asal mulanya adalah Rama. Ia mendapat anak bernama Bermana. Bermana memperoleh putra yang diberi nama Parikenan. Karena ingin menciptakan keramaian di alam dunia, para dewa memerintahkan Parikenan turun ke dunia untuk menjadi raja. Ia ditemani bidadari Maya Siti sebagai istrinya, serta Batara Jagat yang menyamar menjadi Lurah Semar. Semar pun menciptakan punakawan, yaitu Gerubuk, Anggalia, Gareng, dan Cemuris. Parikenan bersama Lurah Semar mendirikan sebuah negeri bernama Mandili Diraja. Silsilah keluarga Pandu dimulai dari Parikenan, lalu Kemunuyusu, Sakutaram, Sakkara, Purasara, dan Ganggasuta yang bergelar Begawan Abiyasa. Ganggasuta berputra 3 orang, yaitu Destarata, Pandu Dewanata, dan Rama Widura. Di akhir naskah, diceritakan peperangan Pandu Dewanata dengan musuh-musuhnya. Dari peperangan tersebut, Pandu mendapat 3 orang istri, yaitu Dewi Kunti, Dewi Rukmini, dan Dewi Gandawati. Pandu memboyong ketiga istrinya pulang ke Astina, diiringi Abiyasa, Lurah Semar dan Gerubuk. Pada halaman terakhir dijelaskan “Ini hikayat ada lagi sambungannya pada lain kerisan, yaitu Pandu turun pada Pandawa Lima di halaman 281, maksudnya Hikayat Gelaran Pandu Turunan Pandawa yang terdapat dalam naskah ML 253.
Ilustrasi Pembarape Pandawa. Foto Emerald Chamber by budaya Jawa, Pandawa adalah sebutan untuk lima anak laki-laki yang lahirnya berurutan. Pandawa merupakan sebutan untuk kelima anak laki-laku putra dari Prabu Pandudewanata dengan Dwi Kunti. Namun, kelimanya bukanlah putra kandung Prabu Pandudewanata, melainkan putra para dewa. Oleh karena itu, pembarepe Pandhawa yaiku Raden Yudhistira utawa Puntadewa Orang tua para Pandawa adalah Raden Yudistira atau Puntadewa.Nah artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai kisah kehidupan para Pandawa dalam budaya Para Pandawa dalam Budaya JawaIlustrasi Pembarape Pandawa. Foto Emerald Chamber by dari buku Ilmu Kearifan Jawa yang ditulis oleh Pitoyo Amrih 2008 17, kisah kehidupan para Pandawa dalam dunia wayang sudah diceritakan dalam kurun waktu yang cukup lama. Lima nama Pandawa tersebut adalah Yudhistira, Bima, Arjuna, Nakula, dan Sadewa. Mereka berlima lahir dalam lingkungan istana Hastinapura dan tumbuhan dengan berkecukupan. Masa kecil mereka berlima tidak pernah mengenal arti sebuah penderitaan ataupun perjuangan. Sampai suatu ketika seratu saudara sepupu mereka pulang dari pengasingan yang dijuluki Kurawa tidak bisa berempati terhadap perasaan orang lain. Sejak itu, para Pandawa lebih memilih banyak diam di lingkungan Pandawa lebih banyak mengalah jika terjadi sengketa atau adu mulut dengan para Kurawa. Hingga pada akhirnya mereka terusir dari istana dan pergi ke hutan Wanamarta akibat kelicikan para Kurawa. Namun, mereka tidak berputus asa dan berhasil menjadikan sebuah negeri di hutan Wanamarta. Kejayaan dan kejatuhan berkali-kali menimpa negeri mereka seperti sebuah perjalanan Pandawa dapat menjadi contoh memperlihatkan arti sebuah kearifan, bahwa perubahan itu mengikuti sebuah siklus tertentu. Semua kehidupan Menyusun jagad alam semesta ciptaan Sang Pencipta mengikuti sebuah siklus Pandhawa yaiku salah satu tokoh wayang yang dikisahkan dalam budaya Jawa, yang menjadi ayah dari para Pandawa. Prabu Pandudewanata sebagai Pembarepe Pandhawa dikenal sebagai orang yang baik dan dapat dikatakan sempurna sebagai manusia. Pada akhirnya ia naik ke surga. Bahkan, ketika ia naik ke surga, ia tidak meninggalkan anjingnya yang setia padanya. Semoga informasi ini bermanfaat! CHL
Artikel makalah Pandawa Lima – meliputi dari pengertian, kisah, anggota, sejarah, tujuan, contoh dan gambar supaya mudah di pahami. Dalam dunia seni dan dongeng Jawa sering mendengar tentang seni pewayangan yang menghasilkan cerita cerita dari beberapa tokoh yang mencerminkan sifat dasar pada diri manusia yaitu tentang pandawa lima dalam cerita cerpen wayang Jawa. Maka materi pokok yang akan kami bahas adalah mengenai cerita Pandawa Lima yang akan kami kutip secara jelas. Berikut cerita pandawa lima berdasarkan bahasa Sansekerta simak penjelasan di bawah ini Pengertian Pandawa LimaKisah Pandawa LimaAnggota Pandawa Lima1. Yudistira2. Bima3. Arjuna4. Nakula5. SadewaShare thisRelated posts Pandawa Lima merupakan salah satu sebutan bagi putra Pandu dalam pemain wayang yang bernama Yudistira Bima Arjuna Nakula dan Sadewa. Meskipun para pangeran tersebut dekenal sebagai lima bersaudara mereka sama yang sering di sebut dengan Dewa Pandu, karena cerita ini mengenalkan tokoh-tokoh pemain wayang dalam bahasa jawa. Karakter pewayang yang dapat di jadikan panutan dalam kehidupan sehari-hari tentunya memiliki berkarakter yang baik dan santun dalam berbicara sehingga dapat di kenang dalam kisah nya sebuah tokoh sentralnya bersama dengan Kurawa. Baca Juga Pengertian Referensi Kisah Pandawa Lima Pandawa yang berasal dari bahasa sansekerta, yang berarti anak Pandu dalam salah satu raja Hastinapura Mahabharata dengan putra mahkota dari kerajaan tersebut pulau jawa yaitu lima pangeran Yudistira, Menurut susastra yang terdapat dalam agama Hindu Mahabharata yang menjelmah atau penitisan dewa. Berikut kisah yang terdapat tentang lima pewayang tersebut adalah Yudistira – merupakan penitisan sebagai penjelmaan dari Dewa Yama Bima – merupakan penitisan sebagai penjelmaan dari Dewa Bayu Arjuna – merupkan penitisan sebagai penjelmaan dari Dewa Indra Nakula dan Sadewa – merupakan penitisan sebagai penjelmaan dari dewa kembar Aswin. Para lima pandawa tersebut adalah tokoh yang sangat penting dalam wiracarita kisah Mahabharata dalam sebuah pertempuran yang dahsyat di daratan Kurukshetra dengan para Kurawa. Baca Juga Sejarah Netbeans Dari penjelasan di atas tentang beberapa tokoh yang di ceritakan dalam kisah sejarah mahabrata. Berikut angggota pewayang pandawa lima adalah sebagai berikut 1. Yudistira Yudistira merupakan saudara dari pewayang para Pandawa yang paling tua yudistira sebagai penjelmaan dari dewa yama yang di kenal memiliki sifat yang sangat bijaksana dan terkenal juga dia tidak memiliki musuh dimasa seumur hidupnya. Yudistira salah satu sosok orang yang sangat dermawan serta suka mema’afkan atau mampu mengampuni musuh dalam peperangan kepada musuh yang sudah menyerah, sehingga memiliki sebutan sebagai Dhramasuta. Yudistira menjadi seorang Maharaja di dunia setelah perang akbar di Kurukshetra yang berakhir dan mengadakan beberapa kegiatan dalam upacara Aswamedha demi menyatukan kerajaan-kerajaan India. Yudistira dapat melakukan perjalanan suci nya ke gunung Himalaya bersama dengan lima saudara-saudaranya yang lain untuk tujuan akhir kehidupan mereka. 2. Bima Bima merupakan penjelmaan putra kedua dari Kunti dengan Pandu yang memiliki arti “mengerikan” sehingga bima memiliki nama julukan Bayusutha bima dekenal orang yang sangat kuat dan memiliki tubuh yang besar sehingga dia sangat di takuti para musuh dalam peperangannya. Bima paling sangar di antara lima saudara-saudaranya dan pandai memainkan senjata gada sehingga bima dijuluki Werkodara karena sering melakukan kemenangan dalam pertempuran akbar di Kurukshetra. Bima memiliki akhirnya melakukan perjalanan suci bersama para lima pandawa ke gunung Himalaya untuk melakukan tapa beratanya untuk menyucikan dirinya dari peperangan yang sengit dan banyak memakan korban. 3. Arjuna Arjuna merupakan penjelmaan anak bungsu dari raja Pandu dengan Dewi Kunti yang terkenal dengan ketampanannya sehingga dikatakan arjuna pandai dalam memainkan panah dalam peperangan. Arjuna mempunyai banyak nama panggilan yang telah diberi mahkota indah oleh Dewa Indra karena telah berhasil mengumpulkan upeti saat upacara rajasuya dan menjadi pemimpin Madukara. Arjuna dianggap sebagai ksatria yang terbaik dari lima saudaranya dan sangat mahir dalam ilmu peperangan sehingga arjuna menjadi tumpuan para Pandawa yang lainnya saat perang besar di Kurukshetra karena memiliki karakter sangat tampan dan gagah. 4. Nakula Nakula merupakan penjelmaan dari salah satu putra kembar dari raja Pandu dengan istrinya bernama Dewa Aswin yang sering di kenal dalam pengobatan. Nakula adalah ksatria yang sangat gagah dan tangguh sehingga mahir dalam memainkan senjata pedang karena nakula pria yang paling tampan ksatria berpedang yang tangguh. Nakula di kenal seorang yang sangat jujurdan pandai menjaga rahasia. 5. Sadewa Sadewa merupakan salah satu tokoh pandawa lima yang bijaksana dan rajin sehingga sadewa juga memiliki sifat dan kareakter yang serupa dengan kakaknya Nakula setia dan taat kepada orang tua. Dengan demikian tokoh pandawa Lima yang terakhir adalah Sadewa ini putra kembar dari Dewi Madrim dan Raja Pandu yang sering deikenal sebagai menguasai ilmu ilmu dalam bidang astronomi. Demikianlah yang dapat kami sampaikan mengenai informasi tentang Pandawa Lima dan beberapa kisahnya yang dapat kami perkenalkan serta beberapa peranan anggotanya, semoga dengan adanya artikel ini dapat berguna dan bermanfaat untuk kita semua, terima kasih telah berkunjung ke halaman Web kami Baca Juga Sejarah Perjanjian Linggar Jati Lengkap
cerita pandawa dan kurawa lengkap bahasa jawa